Berhenti Beretorika, PPI Dunia Menginisiasi Gerakan Untuk Negeri


JAKARTA, WB – Simposium Dunia tahun diselenggarakan di Cairo dengan tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia” yang dilaksanakan pada 23 Juli 2016 – 28 Juli 2016. Simposium Internasional PPI Dunia ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Dan dilanjutkan dengan koordinasi Gerakan yang berakhir pada tanggal 6 Agustus 2016.

Dalam diskusi panel, semua peserta simposium sepakat bahwa simposium kali ini tidak lagi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah akan tetapi merumuskan gerakan yang dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Gerakan yang mengkolaborasi semua elemen PPI Negara dan BEM, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata untuk bangsa dan negara. Dari semangat tersebut dirumuskanlah gerakan yang terdiri dari empat sektor yaitu Agama, Pendidikan, Politik dan Ekonomi.

 
Agama

Di bidang agama, seluruh PPI Negara sepakat membentuk tim media kerohanian di PPI Dunia untuk membentuk buku/video tentang isu-isu agama dan dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Sehingga dapat memberikan pemahaman mengenai agama secara utuh bukan berwawasan sempit. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam terhadap masyarakat Indonesia dan generasi muda Indonesia untuk dapat ber-agama dan bertanah air Indonesia. Selain itu, dibentuk juga tim kajian yang membehas mengenai radikalisme dan ekstremisme di Indonesia. Diharapkan ke depannya, tim ini mampu memberikan sumbangsih kepada Indonesia dalam memberikan solusi nyata untuk menghadapi maraknya radikalisme dan ekstremisme
Pendidikan

Di forum pendidikan, PPI Negara dan BEM merumuskan gerakan yang sinergi, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia. Gerakan pembangunan 100 sekolah dasar dan perpustakaan adalah gerakan utama yang diinisiasi mengingat standart infrastruktur pendidikan yang kurang merata merupakan isu yang harus diperhatikan. Selain itu, pengumpulan koin untuk guru juga diinisiasi untuk mengkritik pemerintah mengingat kesejahteraan guru di daerah terpencil yang sangat memprihatinkan. Mahasiswa Indonesia di luar negeri juga ikut ambil bagian, mereka berkomitmen untuk datang langsung ke SMA-SMA tertinggal memberikan semangat dan harapan kepada siswa-siswa SMA agar berani menggapai mimpi meskipun terbelunggu kondisi yang tidak jarang membelenggu mereka
Politik

Di ranah politik, Gerakan Separatis Papua Barat dan Munculnya gerakan anti demokrasi di berbagai negara di dunia (terutama timur tengah) menjadi fokus tersendiri bagi mahasiswa Indonesia se-Dunia. Oleh sebab itu dibentuklah tim kajian papua dan juga mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia di setiap negara
Ekonomi

Di panel ekonomi, mahasiswa Indonesia se-Dunia berencana membentuk desa binaan dengan kerjasama LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM. Selain itu untuk memperkuat ekonomi, mereka mengadakan Summer vacation collaboration antara PPI and BEM dengan memberikan kontribusi nyata dalam program BINA Desa
Dengan perumusan gerakan tersebut, mahasiswa Indonesia se-Dunia berharap bahwa mahasiswa tidak hanya pandai beretorika akan tetapi mereka juga tidak segan juga untuk turun langsung ke akar permasalahan dan memberikan solusi nyata. []
http://m.wartabuana.com/read/berhenti-beretorika-ppi-dunia-menginisiasi-gerakan-untuk-negeri.html

Ramadhan di Tanah Suci


Ramadhan sebagai bulan yang mulia dan penuh keutamaan sangat dinantikan oleh seluruh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Pesonanya tak akan dilewatkan oleh satu orangpun.
Tak terkecuali di negara Arab Saudi, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam, suasana Ramadhan akan begitu terasa bagi siapapun. Arab Saudi adalah negara yang berlandasan pada hukum hukum Islam, sehingga praktik keislaman begitu kental dipraktikkan oleh sebagian besar penduduknya. Suasana ibadah akan begitu terasa, terlebih pada malam harinya.

Penentuan awal Ramadhan adalah wewenang pemerintah, sehingga seluruhnya akan memulai puasa serempak dan selesai serempak pula.

Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas. Artinya, siang hari akan berlangsung lebih lama daripada malam harinya. Lama puasa di Arab Saudi sekitar 15 jam dengan suhu udara kisaran 40 – 45 derajat celcius pada siang hari. Cuaca yang cukup terik bagi ukuran orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis. Oleh karena itu kita akan dapati jalanan begitu lengang pada siang hari.

Pelajar dan mahasiswa tak perlu khawatir dengan teriknya cuaca, karena Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan akhir semester kecuali sebagian kecil mahasiswa yang mengambil summer term. Pemerintah juga akan mengurangi jam kerja pegawai kantor kantor pemerintahan. Restoran restoran dan toko bahan makanan akan tutup pada siang hari dan akan memulai aktivitasnya sore hari setelah sholat ashar, begitu juga sebagian besar toko kelontong. Siang hari akan dimanfaatkan sebagian besar orang untuk beristirahat.

Bulan Ramadhan akan benar benar dimanfaatkan warga Arab Saudi untuk berbuat kebaikan. Setelah ashar akan dimanfaatkan oleh sebagian orang memilih mendengarkan tausiyah yang ada di masjid masjid terutama di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, atau menyiapkan hidangan berbuka puasa. Tidak akan ada pasar dadakan yang menjual takjil di pinggir jalan, justru anda akan dapati banyak orang yang berdiri di pinggir jalan dengan membagikan bungkusan untuk hidangan berbuka puasa.

Tak sempat memasak ? Tidak usah khawatir, banyak yang masjid yang akan menyiapkan hidangan berbuka. Dari yang sederhana berupa beberapa biji kurma dan sebotol air dan’ashir, hingga berbagai macam hidangan khas arab seperti sambosa, tamis, zabadi, kabsah, dajjaj syawayah, fahm dan ruz mandi dan lain lain.

Jika anda berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, hidangan berbuka akan lebih beragam bahkan anda bisa memilihnya sesuai selera, tentunya sebelum sufroh (plastik memanjang sabagai alas hidangan) terisi penuh. Ingin memilih berbuka yang sederhana berupa kurma dan roti, silahkan menuju masjid bagian dalam. Sementara di bagian luar anda akan dapati berbagai macam hidangan nasi bukhori atau mandi dengan lauk ayam dan daging ditemani makanan ringan berupa buah, kurma, roti dan ‘ashiir. Dan semuanya gratis untuk disantap. Setelah maghrib para remaja tanggung akan berkeliling masjid untuk membagikan teh dan kopi kepada para pengunjung.

Selanjutnya berlanjut dengan shalat tarawih, di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, tarawih akan berlangsung sebanyak 23 rakaat dengan target satu juz untuk satu malam dengan diimami imam imam pilihan dengan suara yang merdu, sehingga satu bulan Ramadhan bisa khatam seluruh Al Qur’an. Dan akan dilanjutkan sholat tahajud setelah tengah malam hingga menjelang sahur pada 10 malam terakhir.

Salah satu keunggulan dan daya tarik Arab Saudi pada bulan Ramadhan sudah pasti adalah dua tanah suci yang terdapat di kota Makkah dan Madinah. Ka’bah sebagai kiblat kaum muslimin dan Masjid Nabawi sebagai masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beribadah di dua tempat tersebut akan mendapat ganjaran yang berlipat lipat, sehingga akan ada jutaan orang dari seluruh dunia yang memenuhi kedua masjid tersebut.

Sebagian besar pertokoan akan kembali buka setelah tarawih hingga tengah malam, bahkan hingga menjelang sahur. Malam yang pendek akan berlangsung dengan cepat, sehingga banyak yang memilih tidak tidur hingga subuh menjelang, terutama bagi yang berjamaah di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, mengingat tarawih baru selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam.

Pada saat sahur juga bisa didapati orang orang yang membagikan hidangan sahur meskipun tidak sebanyak waktu berbuka.

Suasana Ramadhan di Arab Saudi tidak akan berbeda jauh dengan suasana di tanah air mengingan keduanya sama sama berpenduduk mayoritas islam. Hanya cuaca dan makanan yang membuatnya berbeda selain kehadiran keluarga besar tentunya.

Ingin merasakan Ramadhan di kedua tanah suci ? Silahkan mencari travel yang menyediakan paket ibadah umroh dan I’tikaf selama Ramadhan.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk mengunjungi kedua tanah suci dan menerima semua amal ibadah kita. Amiin…

(Ditulis oleh Muhammad Khalid Abdelrahman, Wakil Ketua PPMI Madinah 2015-2016, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah)

Studi S1 dan S2 di International Islamic University Islamabad, Pakistan


Informasi dari PPMI Pakistan
Bagi yang berminat studi S1 dan S2 di International Islamic University (IIU) Islamabad
Assalamu’aikum wr.wb.

Berikut info tentang International Islamic University (IIU) Islamabad :
1. Sejarah Berdirinya IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RaXBFSzdVZ3F6VjQ/view?usp=sharing
2. Keunggulan Kuliah di IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RQ2p2b2FlbHgwbkk/view?usp=sharing
3. Cara Mendaftar ke IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RWjZqb3FubTFVOE0/view?usp=sharing
4. Biaya Pendaftaran awal ke IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RSG9JLWtaOFcwVWc/view?usp=sharing
5. Biaya Kuliah, Asrama, Serta Contoh Berkas-berkas

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RQ3R5Rzk0Qm05QTQ/view?usp=sharing
CP : 

Adnin Zahir : ‪+92 333 5709703‬

Firosyurahman : +923365879053

PPMI Arab Saudi berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya’qub


Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun
PPMI Arab Saudi turut berduka cita atas wafatnya salah satu ulama Indonesia, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, pada hari Kamis, 21 Rajab 1437 H/28 April 2016 M pukul 06.00 di Tangerang Selatan, semoga amal kebaikan beliau diterima disisi Allah, diampuni dosa-dosanya dan dilimpahkan ketabahan bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, Aamiin
Prof. Ali Mustafa -rahimahullah- menyelesaikan Studi S1 bidang Syari’ah di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh dan Studi S2 bidang Tafsir Hadits di Universitas King Saud, Riyadh dan pernah menjadi Ketua PPI Riyadh
Foto Prof. Ali Mustafa -rahimahullah- bersama Mantan Ketua BNPT, Bpk Saud Usman Nasution, dan Ketua PPMI Madinah 2014-2015, Ust. Zaidan Anshari dalam acara Diskusi Penanggulangan Terorisme bersama PPMI Madinah di Wisma Haji Indonesia – Madinah, 25 Desember 2014

Pohon Zaitun, Bukan di Timur bukan pula di Barat

  
Pohon Zaitun yang bukan di Timur dan bukan pula di Barat
الله نور السماوات والأرض مثل نوره ممشكاة فيها مصباح المصباح في زجاجة الزجاجة كأنها كوكب دري يوقد من شجرة مباركة زيتونة لا شرقية ولا غربية يكاد زيتها يضيء ولو لم تمسسه نار نور على نور يهدي الله لنوره من يشاء ويضرب الله الأمثال للناس والله بكل شيء عليم
Terjemah maknanya:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada langit dan bumi. Perumpanaan cahaya Allah, adalah seperti lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An-Nur: 35)
Firman Allah: “Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,” yaitu berasal dari minyak zaitun, pohon yang penuh berkah, yakni pohon zaitun. Dalam kalimat, kedudukan kata adalah badal atau ‘athaf bayan. Firman Allah: “Yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),” tempat tumbuhnya bukan di sebelah timur hingga tidak terkena sinar matahari di awal siang dan bukan pula di sebelah barat hingga tertutupi bayangan sebelum matahari terbenam, namun letaknya di tengah, terus disinari matahari sejak pagi sampai sore. Sehingga minyak yang dihasilkannya jernih, sedang dan bercahaya.
Abu Ja’far ar-Razi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang firman Allah : “Pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),” beliau berkata: “Yakni pohon zaitun yang hijau dan segar yang tidak terkena sinar matahari, bagaimanapun kondisinya, baik ketika matahari terbit maupun matahari terbenam.” Beliau melanjutkan: “Demikianlah seorang Mukmin yang terpelihara dari fitnah-fitnah. Adakalanya ia tertimpa fitnah, namun Allah meneguhkannya, ia selalu berada dalam empat keadaan berikut: Jika berkata ia jujur, jika menghukum ia berlaku adil, jika diberi cobaan ia bersabar dan jika diberi, ia bersyukur. Keadaannya di antara manusia lainnya seperti seorang yang hidup berjalan di tengah-tengah kubur orang-orang yang sudah mati. Zaid bin Aslam mengatakan: “Maksud firman Allah: ‘Tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),’ yaitu negeri Syam.”

Maka jika anda ke Syam (Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania) belilah minyak zaitun yang asli dan bisa bereksperimen, minyaknya akan memunculkan cahaya, meskipun dalam keadaan gelap, Allahu A’lam. Qur’an Surat An-Nur ayat 35 ini juga merupakan ayat yang menunjukkan sebagai ayat Metode Penelitian. 😊

Mafraq, Yordania, 29 Rabi’ul Awwal 1437 H/9 Januari 2016 M

Sutera Sengkang untuk Gubernur Madinah

  
Alhamdulillah, wash shalaatu was salaamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du
Hari ini pada pembukaan Festival Budaya dan Bangsa ke-5 di Universitas Islam Madinah, kami memberikan hadiah kain sutera dari Sengkang, Sulawesi Selatan untuk Gubernur Provinsi Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, putra Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Festival ini diikuti oleh 64 negara dan pembukaannya dihadiri oleh 35 Duta Besar Negara Sahabat, turut hadir Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Bapak Sunarko (kanan saya), Acting Konsul Jenderal RI di Jeddah, Bapak Dicky Yunus, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Bapak Basuni Imamuddin, dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Bapak Syarif Shahabuddin
Terima kasih atas dukungan dan kontribusinya kepada KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, Asatidzah Dirasat Ulya (Mahasiswa Pasca sarjana UIM), Pengurus PPMI Arab Saudi & PPMI Madinah khususnya untuk Panitia Stand Indonesia tahun ini, Jazakumullahu Khairan Katsiran, semoga Festival yang berlangsung selama 5 hari ini dapat mempromosikan kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia, dan berlangsung dengan baik dan lancar
Madinah, 20 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/29 Maret 2016 M

Pameran Buku Madinah 2016

  
Universitas Islam Madinah menyelenggarakan “Pameran Buku dan Informasi ke-33” yang berlangsung pada 20 Jumada ats-Tsaniyyah – 2 Rajab 1437 H/29 Maret – 9 April 2016 M, pembukaan insya Allah akan dihadiri oleh Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud

Pekan Budaya Saudi di Indonesia

  
*PEKAN BUDAYA SAUDI DI INDONESIA*
Untuk mempererat hubungan persaudaraan Saudi dan Indonesia, Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta menyelenggarakan PEKAN BUDAYA SAUDI ARABIA, terbuka untuk umum, yang menampilkan miniatur Masjidil Haram, Masjid Nabawi, folklore / tarian traditional, gerabah, kuliner/makanan khas Saudi, dan berbagai macam budaya Saudi Arabia. 
Disediakan kuliner, air zamzam, dan souvenir bagi pengunjung. 
Berikut adalah kegiatan Pekan Kebudayaan Saudi:
MUSEUM NASIONAL

27-29 Maret 2016

Pukul 10.00 – 16.00 WIB

Pameran Miniatur Dua Masjid Suci, Zamzam, kurma, kaligrafi, gerabah, henna dll.
PAVILIUN ACEH, TMII

27-29 Maret 2016

Folklore: tarian/musik tradisional 

Pukul 11.00 – 12.00 WIB 

Pukul 15.00 – 16.00 WIB 

Pameran foto, kaligrafi, gerabah, dll, mulai pk. 10.00-16.00 WIB. 
UNIVERSITAS INDONESIA, Depok

28 Maret 2016

Pukul 08.30-16.00

Seminar, Kuliah Umum
INSTITUT KESENIAN JAKARTA

Workshop Seni Indah

29 Maret 2016

Pukul 10.00 WIB – selesai 

**Sumber A.Suryana

Kepala Kantor Bag. Media

Ibnu Sina Mengaku Sebagai Nabi?

  

 

Ibnu Sina telah mencapai puncak ketenarannya, telah menguasai ilmu agama sebelum umur 20 tahun, kemudian mendalami ilmu kedokteran, namanya selalu mengagumkan orang yang mendengarnya, sampai-sampai sebagian mereka berkata, 

لو كان بعد النبي صلى الله عليه وسلم نبي لكان نبيا
“Andaikan setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam ada Nabi, maka Ibnu Sina lah yang berhak menjadi Nabi”
Hingga suatu ketika sampailah perkataan tersebut di telinga Ibnu Sina, dari mulut salah satu murid terdekatnya. Murid ini berkata, “Wahai Guru, jika engkau mengaku sebagai Nabi, akan banyak yang menjadi pengikutmu”
Tidak terbayang seperti apa jawaban yang keluar dari mulut sang guru, muridnya duduk terdiam menunggu sang guru menjawab, namun, setelah beberapa saat Ibnu Sina tetap tidak menjawab.
Murid ini adalah orang terdekat Ibnu Sina yang selalu berkhidmah kepada beliau. Sebelum fajar menyingsing, Ibnu Sina terbangun seperti biasanya, segeralah ia menghapiri murid tersebut yang masih tertidur dan membangunkannya. “Wahai muridku, bangunlah! tolong ambilkan air wudhuku! guna melaksanakan salat tahajjud, namun murid itu tetap terbujur kaku malas dan sesekali menggeliat tanda terganggu dari kenikmatan tidurnya. 
Ibnu Sina mengulang perintahnya, namun sang murid memberikan ekspresi yang sama, kemudian Ibnu Sina mengulang perintahnya lagi namun dijawab dengan bahasa yang sama. Kemudian Ibnu Sina diam sambil menajamkan matanya sebagai mana orang marah.
Si murid yang mendengar gurunya sudah berhenti menyuruh, langsung menyadarkan diri dan menujukan perhatiannya kepada sang guru yang sudah memplototinya dari tadi, dengan sedikit rasa ketakutan.
Tiba-tiba Ibnu Sina berkata, “Ingat pertanyaanmu tadi malam?” Si murid berpikir sesaat, kemudian menjawab “iya” Ibnu Sina berkata, “Aku tidak pernah melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam, jarak diantara beliau dan aku 4 Abad lamanya, tapi aku tetap setia, walau harus bangun di malam hari melawan rasa kantuk, begitu juga seluruh orang muslim di dunia, dengan kesetiaan penuh kepada Nabinya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, walaupun mereka tidak pernah melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, namun engkau wahai muridku, yang selalu bersamaku, siang dan malam, baik di rumah atau perjalanan, tatkala aku meminta mengambilkan sedikit air wudhu, engkau tidak mau, bermalas-malasan, tidak mengindahkan perkataanku, kalau ini sikap orang yang terdekat denganku, bagaimana dengan orang yang tidak pernah melihatku? Sekarang engkau tau kenapa aku tidak mengaku sebagai Nabi?
– selesai –
Wallahu Ta’ala A’lam, wa Shallallahu ‘ala Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam
Ditulis oleh al-Faqir, dalam perjalanan dari Makkah al-Mukarramah menuju ke al-Madinah al-Munawwarah.
16 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/25 Maret 2016 M

Kota-kota Metropolitan dalam Islam

  
Kota-kota Metropolitan dalam Islam, yang kini hanya menjadi sejarah

Abad ke 3 Hijriah/Abad ke-10 Masehi, muncul 3 metropolitan dalam Islam, yaitu Baghdad, Cordoba dan Sevilla, Kala itu Peradaban Bizantium dan India belum mampu menyaingi ketiga kota tersebut. Baghdad berpenduduk 3 juta jiwa, Cordoba berpenduduk 500 ribu jiwa, Sevilla berpenduduk 400 ribu jiwa.
Tahun 350 Hijriah, Cordoba terbagi menjadi 28 Distrik, yang terdapat didalamnya 13.000 rumah (villa) yang dikelilingi taman yang luas. Cordoba memiliki julukan “mutiara dunia”, serta sebagai salah satu kota dengan peradaban terhebat di dunia pada zamannya, orang-orang dari seluruh penjuru dunia, apapun agamanya memiliki keinginan untuk bepergian ke Cordoba. Terutama ke Distrik az-Zahra, salah satu distrik yang ada di Cordoba. dengan tempat-tempat yang paling favorit dikunjungi adalah Jembatan, Masjid, Perpustakaan dan Universitas yang ada di Cordoba.
Terdapat berbagai macam pasar di Cordoba, mulai dari pasar alat senjata, pasar emas, pasar buku, pasar bunga, pasar hewan, pasar kertas, pasar alat-alat kimia, pasar obat, menjadikan Cordoba sebagai salah satu kota yang maju perekonomiannya pada zamannya.
Ketika para Raja Eropa masih makan dan minum dengan tengkorak kepala sebagai wadahnya, dan wilayahnya masih banyak yang gelap dalam malam hari, jalan-jalan di Cordoba sudah dilapisi dengan bahan batu dan diterangi oleh cahaya lampu. 1 kota Cordoba saja memiliki 50 Rumah Sakit, betapa majunya kedokteran Islam di zaman itu. Padahal Rumah Sakit pertama yang ada di Barat/Eropa (Perancis) baru muncul 900 tahun kemudian.

Terdapat 2 Universitas di Cordoba, Universitas Umayyah dan Universitas Cordoba, yang keduanya merupakan universitas bergengsi pada zamannya. Telah ditemukan sebuah surat dari Raja Inggris untuk Khalifah Hisyam bin Abdurrahman, Khalifah kedua di Andalusia, dan di dalam surat tersebut Raja Inggris memohon kepada Hisyam agar mengizinkan anak perempuannya beserta para ilmuwan dari Inggris untuk belajar di Universitas Cordoba, di akhir surat terdapat stempel raja dengan tulisan “raja yang taat kepada anda”.

Lanjut ke tahun 600 Hijriah dan menuju ke kota Fez, yang saat ini terletak di Maroko, Fez adalah kota Industri termaju di dunia pada zamannya, terdapat didalamnya 3000 pabrik konveksi, 47 pabrik sabun, 86 pabrik pengolahan kulit hewan, 116 pabrik sablon, 12 pabrik besi dan tembaga, 11 pabrik kaca, 135 pabrik cat, 400 pabrik kertas, 188 pabrik porselen, 200 toko buku.

Peradaban Islam adalah peradaban yang menggabungkan antara ilmu-ilmu akhirat dan ilmu-ilmu dunia, peradaban yang menggabungkan antara pembangunan industri dan pembangunan manusia, peradaban yang menggabungkan antara kebutuhan jiwa dan kebutuhan raga, peradaban yang menggabungkan antara kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Wallahu Ta’ala A’lam. Wa Shallallahu ‘ala Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam.

Ditulis oleh al-Faqir dalam perjalanan dari al-Madinah al-Munawwarah menuju ke Makkah al-Mukarramah, 16 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/24 Maret 2016 M.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya