Kumma, Peci Khas Oman

“Kumma” atau “Qahfiyah” adalah penutup kepala khas Oman. Kumma yang dibuat dengan tangan harganya mencapai 50 Riyal Oman atau sekitar 160 USD, adapun Kummah yang dibuat menggunakan mesin harganya sekitar 9 sampai 15 USD, namun masyarakat Oman lebih senang menggunakan Kumma yang terbuat dari tangan.
Salah satu fungsi kumma adalah agar kepala tidak terkena sinar matahari, karena musim panas di Oman, panasnya antara 40 hingga 50Ā°C. Kementerian Pendidikan Oman juga mewajibkan para pelajar di Oman untuk menggunakan dardashah (gamis khas Oman) dan Kumma sebagai seragam sekolah.
Kumma diproduksi di hampir seluruh wilayah Oman, sebagian besar di daerah Barka, Qurayyat dan Muttrah, dengan dua tipe; “Nishf Najm” atau setengah bintang dan “Najm Kamil” atau bintang penuh; tergantung dari ukiran, ketelitian dan kualitasnya.
Kumma juga digunakan oleh masyarakat Zanzibar, Tanzania, Afrika Timur. Zanzibar sendiri pernah berada dibawah pengaruh Kesultanan Oman, Sultan Said bin Sultan (1807-1858) memindahkan ibu kota kesultanan ke Stone Town di Zanzibar. Setelah wafatnya Sultan Said, kesultanan terbagi menjadi 2, Kesultanan Oman dipimpin oleh Sultan Thuwaini dan Kesultanan Zanzibar dipimpin oleh Sultan Majid keduanya merupakan putra dari Sultan Said.
Ternyata Kumma bukan hanya diproduksi dari dalam Oman, ada juga yang diproduksi dari Filipina, Thailand dan Bangladesh, yang dijual dengan harga 10 Rial Oman atau sekitar 26 USD. Kemarin saya melihat Kumma yang dijual di Bandara Internasional Muskat yang harganya 14 Rial Oman atau sekitar setengah juta rupiah, Masya Allah 

Thee Ain Ancient Village, Al Baha

Thee Ain Ancient Village, Photo Credit: Muhammad Sobri


Al-Baha – Desa Dzi ‘Ain adalah sebuah perkampungan kuno yang terletak 20 km dari Al-Makhwah, dan 24 km dari kota Al-Bahah, Provinsi Al-Bahah Arab Saudi. Desa ini berumur lebih dari 400 tahun dan dibangun diatas sebuah gunung yang disebut dengan nama gunung putih.

Desa ini disebut dengan nama “Dzi ‘Ain” atau yang berarti “yang memiliki mata air” karena di gunung yang terletak di sebelah desa ini terdapat sebuah mata air dengan air yang tidak berhenti mengalir. Desa ini bercuaca panas pada musim panas dan sedang pada musim dingin serta terletak pada ketinggin 1985 mdpl.
Desa terdiri dari 49 rumah, 9 rumah dengan 1 lantai, 19 rumah dengan 2 lantai, 11 rumah dengan 3 lantai, 10 rumah dengan 4 lantai. Desa ini dibangun dikelilingi tembok, degan lebar tembok antara 70 sampai 90 cm. 
Atap bangunan menggunakan kayu dari pohon Ziziphus spina-christi, adapun ruangan besar atapnya menggunakan tiang-tiang. Lantai dasar biasanya digunakan untuk ruang tamu dan untuk duduk (seperti ruang keluarga) dan lantai dua digunakan untuk tempat tidur. Selain rumah di desa ini juga terdapat Masjid.
Sebelum berdirinya Kerajaan Arab Saudi, desa ini telah menjadi saksi bisu pertempuran antar kabilah yang terjadi disini. Salah satu pertempuran penting adalah antara tentara Muhammad Ali Pasha (Turki Utsmani) dengan tentara dari kabilah Al-Zahrani dan Al-Ghamidi, yang berakhir dengan kekalahan tentara Muhammad Ali Pasha. Kuburan tentara Muhammad Ali Pasha yang ada dekat sini dikenal dengan sebutan “Qubur al-Atrak” atau “Kuburan orang-orang Turki”.
Pada tahun 2014, desa ini menjadi salah satu dari 10 situs yang didaftarkan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia di tahun-tahun yang akan datang.

Bait Al-Katib, Taif

Bait Al-Katib, Photo Credit: Muhammad Sobri

Taif – “Bait al-Katib” atau “Qashr an-Niyabah” adalah sebuah bangunan yang terletak di kota Taif, Arab Saudi dan dibangun pada tahun 1315 H. Pembangunan membutuhkan waktu 3 tahun, dengan bahan bangunan terdiri dari batu, mortar dan kayu.
Bangunan ini pada awalnya merupakan milik Muhammad Ali Abdul Wahid, Sekretaris Khusus Syarif ‘Aunurrafiq, Amir Hijaz dan Syarif Makkah (1882-1905) dibawah Turki Utsmani, oleh karena itu Istana ini disebut “Bait al-Katib” yang berarti “Rumah Sekretaris”
Raja Faisal bin Abdul Aziz menyewa bangunan ini dari anak-anak Muhammad Ali Abdul Wahid, sehingga bangunan ini disebut “Qashr an-Niyabah” yang berarti Istana Wakil, karena Raja Faisal pada waktu itu merupakan Wakil Raja dari Raja Abdul Aziz Al Saud. Tempat ini menjadi tempat tinggal Raja Faisal dan anak-anaknya Abdullah, Muhammad, Saad, Saud (Mantan Menlu Saudi 1975-2015), Khalid (Gubernur Makkah), Turki dan Sarah. Pangeran Saud lahir disini pada 1358 H.
Pada setiap musim panas, dahulu Pemerintah Arab Saudi juga memindahkan pusat pemerintahan ke kota Taif, karena kota Taif yang terletak di pegunungan sehingga lebih sejuk dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Arab Saudi.
Bangunan terdiri dari 4 sisi, 3 lantai, dengan arsitektur campuran Romawi kuno, Islam dan Hijaz, dekorasi berbentuk spiral sampai ke atap, jendela-jendela berbahan kayu, dengan jumlah kamar 45 buah berhiaskan marmer, 8 kamar mandi, 5 dapur, 4 atap kecil berbentuk kotak dan diatasnya terdapat atap besar. Pada waktu itu, bangunan ini dikelilingi taman-taman dan tanah pertanian, serta terdapat sumur sebagai sumber air bagi tanaman yang ada di sekitar bangunan.
Pada tahun 2014, Raja Salman bin Abdul Aziz (saat itu masih menjadi Pangeran Mahkota) dan Yayasan Raja Abdul Aziz memilih Istana ini untuk menjadi Pusat Sejarah Taif setelah bangunan ini direnovasi.

Pengalaman Transit di Qatar 2017

Di Museum of Islamic Art, Doha, Qatar bersama Affan Muhammad Hamzah dan Bambang Ridlo

Rabu, 31 Mei 2017, pesawat kami dari Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi menuju Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar mengalami delay selama 1 jam, yang mana seharusnya pukul 16.15 kami take off akhirnya kami baru terbang pukul 17.15 waktu Arab Saudi. 

Pukul 19.00 kami mendarat di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar, sebelum mendarat kami telah berbuka puasa di atas pesawat karena memang sudah masuk waktu maghrib diatas udara Dammam.

Ta’jil yang diberikan oleh Qatar Airways, penerbangan Madinah-Doha


Dari Terminal kedatangan, sebagian kawan-kawan kami yang telah ketinggalan pesawat karena delay di Madinah dikumpulkan oleh pihak maskapai Qatar Airways untuk dialihkan ke penerbangan selanjutnya.

Saya dan satu kawan saya di Madinah, Bambang Ridlo, mengkontak salah satu kawan kami yang sedang berada di Qatar, Affan Muhammad Hamzah untuk minta dijemput dari Bandara, hehehe. Saya dan Ridlo belum tahu apakah kita berhasil mendapatkan visa masuk Qatar, karena kami transit hanya sekitar 8 jam.

Alhamdulillah, setelah muhawalah, mondar-mandir dari satu antrian ke antrian lainnya, ngobrol dari satu petugas imigrasi ke petugas imigrasi lainnya, akhirnya kami dapat visa masuk Qatar selama 1 bulan (meskipun cuma dipakai hitungan jam, hehehe). Untuk membayar visa Qatar ini, harus menggunakan kartu kredit, karena kami tidak punya, maka kami harus membuat kartu QNB (Qatar National Bank) terlebih dahulu.


Alhamdulillah, Qatar menjadi negara ke-7 yang saya kunjungi setelah Arab Saudi, Singapura, Yordania, Mesir, Brunei Darussalam dan Malaysia. (Sempet transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tapi kalau transit doang nggak dihitung šŸ˜‚).

Syarat-syarat mendapatkan Visa Qatar

Apa saja syarat-syarat supaya mendapatkan Visa Qatar? Jika anda ingin berkunjung ke Qatar dalam waktu yang lama, tentu saja anda harus apply di Kedutaan Qatar di negara anda. Jika anda terbang dan transit di Qatar selama 2 atau 3 hari, maka anda bisa keluar bandara dengan mengikuti program city tour.

Beberapa tempat yang kami kunjungi di Qatar

1. Museum of Islamic Art

2. Souq Waqif

3. Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

4. Pencakar langit-pencakar langit di kota Doha


Museum of Islamic Art

Museum of Islamic Art (MIA) adalah sebuah Museum yang terletak di kota Doha, ibu kota Qatar. Museum ini didesain oleh I. M. Pei, dimana desain museum sesuai dengan arsitektur Islam lama. Museum ini memiliki luas 45.000 m2 dan terletak di tepi pelabuhan Doha, di bagian selatan teluk Doha. Museum ini mulai dibuka pada 22 November 2006 oleh Emir Hamad bin Khalifa Al Thani, Emir Qatar pada saat itu. (Sumber: Wikipedia Bahasa Arab)


Souq Waqif

Souq Waqif adalah sebuah pasar tradisional yang menjadi salah satu tempat wisata di kota Doha. Pasar ini menggabungkan antara tradisi dan orisinalitas dengan kota yabg modern, yang merupakan tempat wisata dan tempat bersejarah paling terkenal yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat Qatar. Pasar ini juga dikenal menjual berbagai barang-barang tradisional serta menyediakan makanan-makan Arab, tradisional dan internasional.

Toko-toko yang ada di Souq Waqif, sebagian besar mulai buka pada pukul 10.00 pagi hingga pukul 12.00 siang dan buka kembali pukul 16.00 sore sampai pukul 22.00 malam. Souq waqif merupakan satu-satunya pasar yang menjadi tempat paling padat penduduk di kota Doha, dimana pasar ini terdapat restoran-restoran yang menyediakan makanan-makanan tradisional Qatar serta berbagai macam makanan khususnya dari Timur Tengah. Di Souq Waqif juga terdapat kafe-kafe, restoran-restoran yang buka hingga malam hari (sebagiannya buka 24 jam). (Sumber: Wikipedia Bahasa Arab)


Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Masjid Nasional sekaligus Masjid terbesar di negara Qatar. Masjid ini dibuka pada 21 Muharram 1433 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Desember 2011. (Sumber: Wikipedia Bahasa Arab)


Pemandangan pencakar langit yang ada di kota Doha, terlihat dari Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.

Dari tempat-tempat diatas, ada tempat  yang belum kami kunjungi (semoga kedepannya bisa kami kunjungi šŸ˜…) yaitu Qatar Education City, sebuah pusat pendidikan di Qatar yang terdapat di dalamnya berbagai Universitas kelas dunia.


Belajar Bahasa Brunei

Belajar bahasa Brunei
Ani = Ini

Awu = Ya (Awu banar = Ya Benar)

Usin = Duit

Inda = tidak

Indada = Tidak ada

Ia = Dia

Kenapa kan = Kenapa sih?

Sangal = Letih

Panyap = Kemas

Limpang = Baring 

Daras = Over 

Bekamih = Buang air kecil 

Beria = Buang air besar

Ijap = Takut 

Sasah = Cuci 

Mengantak atau Menjerang = Memasak 

Alai = Panggilan untuk orang yang disayang 

Mua = Muka 

Tarabah = Jatuh 

Bajaur = Berjalan-jalan 

Cuik = Piring kecil 

Kudut = Piring Besar

Sasaban = Talenan

Isbok = Kulkas

paingan = Kebiasaan 

Kebeliyangan = Terkejut

Kurapak = Ngomong

Ngalih = Capek

Palui = Bodoh

Sigup = rokok

Malabui = timbul

Gulayan = Sayuran

Batah = lama

Berinut = Berangkat 

Mulih = Pulang

Bubut = kejar

Lusir = lari

Nyaman = enak

Bisai = indah

Linggang = lenggang lenggok

Beantam = berkelahi

menyeluru = mengejek

Buyuk = tipu

Ben = van

Sekulah = sekolah

Samak = semak

Licak = lentur/becek

Piasau = kelapa

Limpas = lewat

Kampis = kempes

Bangas = basi 

Lakat = masih

Ingar = berisik

Pelakian = Suami

Pebinian = Istri 

Basing = tupai

Baie = babi

Kuyuk = anjing

Ucing = kucing

Tekilala = kenal

Sikui = semangka

Kepayas = pepaya

Ambuk = monyet

Dian = lilin

Bekarap = kedip

Dandam = rindu 

Semberana = sembrono

Lagau = panggil

Memapak = menguyah

Behibun = bersenda gurau

Menyasah = cuci kain

Pelacahan / lungkang = selokan

Bubut = kejar

Kamah = kotor

Carik = sobek

Kepala Tuhut = dengkul

Buntak = pendek

Mengalakari = menipu 

Terabah = tersungkur

Aing = air

Lambut = lembut

Bula = bola

Dapan = depan

Janggut = jenggot

Lawa = cantik

Bida = jelek

Galap = gelap

Tarang = terang

Biskal = sepeda

Kerita = mobil

Mutusikal = motor

Lampung = lampu

Banar = benar / beneran? / banget

Ikan = lauk

Belurih = dapat

Dapat = bisa

Baras = beras

Cali = lucu

Ingau = khawatir

Siwa = sewa

Museums

Umm Qais Anitiquities Museum, Umm Qais

Umm Qais Archaeological Museum, Umm Qais, Jordan

Jerash Archaelogical Museum, Jerash

Jerash Archaeological Museum, Jerash, Jordan

Petra Archaelogical Museum, Petra

Petra Archeological Museum, Petra, Jordan

The Royal Automobile Museum, Amman

The Royal Automobile Museum, Amman, Jordan

Jordan Archaelogical Museum, Amman

Jordan Archeological Museum, Amman Citadel, Amman, Jordan

The National Heritage Museum, Irbid

The National Heritage Museum, University of Jordan, Amman,Ā Jordan

Jalan-jalan ke Yordania 2016

img_1262

Transit di Taima, Tabuk, Arab Saudi

img_1131

Sampai di Terminal Amman Selatan (Mujamma’ al-Janubi), Amman, Yordania

img_1173

Di depan Mudarraj Amman (Amman Amphiteater), Amman, Yordania

img_1497

Cairo Restaurant, Amman, Yordania

img_1320

Masjid Raja Hussain, Amman, Yordania

img_1338

img_6426

The Royal Automobile Museum, Amman, Yordania

img_1685

Al al-Bayt University, Mafraq, Yordania

img_1817

Pohon Al-Buqai’awiyyah, Yordania

DCIM100GOPRO

Silaturrahim dengan kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Al al-Bayt University, Mafraq, Yordania

img_2064

Berada di depan Dataran Tinggi Golan dan Danau Tiberias

img_1929

Silaturrahim dengan kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Yarmouk University, Irbid, Yordania

img_2193

Umm Qais, Yordania

img_1980

Yarmouk University, Irbid, Yordania

img_2432

Ajloun Castle, Ajloun, Yordania

img_3002

Jerash, Yordania

img_3125

Audiensi dengan Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Yordania al-Hasyimiyah dan Negara Palestina, YM Bapak Teguh Wardoyo

img_3158

WISE (World Islamic Science and Education) University, Amman, Yordania

img_6596

Petra, Yordania

img_4022

Umayyad Palace, Amman Citadel, Amman, Yordania

img_4096

Goa Ashabul Kahfi

img_3681

University of Jordan, Amman, Yordania

img_4482

Terminal bus Amman, Amman, Yordania

Jalan-jalan ke Brunei Darussalam 2016

Keluar dari Imigrasi Bandara, langsung disuguhkan dua peta wisata

Brunei Darussalam menjadi negara ke-6 yang saya kunjungi, negara yang terletak di Pulau Kalimantan / Pulau Borneo ini, merupakan salah satu negara yang terkecil di Asia Tenggara namun salah satu yang termakmur di kawasan ini. Di Brunei, saya berkunjung selama 7 hari, dan berkesempatan menghadiri Akad Nikah dan Walimah sahabat saya, serta menghadiri Seminar dan Pergantian Ketua PPI Brunei Darussalam.

Mendarat di Bandara, langsung disambut sahabat saya, Awangku Abdul Khaliq dan Ketua PPI Brunei Darussalam, mas Miftachul Huda

 

Hari Pertama

Mendarat di Negeri Brunei Darussalam

Rabu, 24 Agustus 2016

Dari Bandara Internasional Brunei yang terletak di daerah Berakas ini saya bersama sahabat saya menuju ke tempat penginapan di daerah Gadong, namun sebelum itu kami melewati Pusat Kota Bandar Seri Begawan, dan Masjid Sultan Omar Ali Saifudin yang merupakan Landmark Negara Brunei Darussalam dan terletak di pinggiran Sungai Brunei, serta melewati Institut Tahfiz Al-Qur’an Brunei Darussalam, satu-satunya sekolah Tahfiz al-Qur’an di Brunei Darussalam.

 

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

 

Bekas Kantor Kementerian Agama Brunei Darussalam yang terletak di sebelah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

Hari pertama di Brunei Darussalam, saya mencicipi Roti Norbi, mungkin roti ini masyhur di Malaysia dan India, dan tentu saja tidak lupa dengan teh tarik

Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Yang Mulia Pengiran Dato Baginda Haji Bahrom bin Pengiran Haji Bahar

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam

Hari Kedua

Menghadiri Majlis Pernikahan

Kamis, 25 Agustus 2016

Majlis Pernihakan (Akad Nikah dan Walimah) di Brunei Darussalam, tidak seperti Walimah atau Resepsi yang ada di Indonesia, dimanaĀ kedua mempelai duduk di pelaminan, dan para undangan berbaris untuk menyalami kedua mempelai. Di Brunei, walimah atau yangĀ lazim disebut Majlis Pernikahan ini, paraĀ tamu undangan duduk di tempat duduk masing-masing yang telahĀ disediakan, dan mempelai laki-lakiĀ menyalami para undangan laki-laki dan mempelai perempuan menyalami para undangan perempuan,Ā dan tempat duduknya dipisah.

Biasanya, Majlis Pernikahan diselenggarakanĀ dua kali, di tempat laki-laki pada hari Jum’at dan di tempatĀ perempuan pada hariĀ Ahad, dan waktunya hanya sekitar 2 jam,Ā pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.00, tidak seperti di Indonesia, resepsi jika diselenggarakan di rumah, kedua mempelai bisaĀ berdiri di pelaminan dari pagi sampai malam šŸ˜€ kecuali di gedung.

Sahabat saya mengambil waktu walimah di hari Kamis dan Sabtu, hari Kamisnya diselenggarakan di The Rizqun International Hotel dan hari Sabtunya diselenggarakan di International Convention Centre. Walimah pada hari Kamisnya, juga dihadiri oleh Mufti Brunei Darussalam, Pehin Abdul Aziz Juned, Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Pembangunan, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Agama dan Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam.

 

Pusat Perbelanjaan Gadong

 

Akad Nikah Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

 

Majlis Perkahwinan dan Doa Kesyukuran Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

Hari Ketiga

Jum’atan di Masjid Jame Asr

Jum’at, 26 Agustus 2016

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam di subuh hari

 

 

Kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari, diĀ Balai IbadatĀ Kampung Mata-mata, Bandar Seri Begawan

Jembatan Penyeberangan yang berhiaskan tulisan sambutan kedatangan Presiden Vietnam ke Brunei Darussalam, 26-28 Agustus 2016

 

Pasar Tradisional Gadong, terlihat dari The Rizqun International Hotel, Gadong, Brunei Darussalam

 

Hari Keempat

Kampong Ayer dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Sabtu, 27 Agustus 2016

Hari Keempat di Brunei Darussalam, tak lupa saya mengunjungi Kampong Ayer (baca: Kampung Air) yang terletak di atas Sungai Brunei di seberang kota Bandar Seri Begawan. Kampong Ayer merupakan pemukiman di atas air terbesar di dunia, yang telah dihuni lebih dari 1300 tahun, saat ini Kampong Ayer dihuni lebih dari 30.000 jiwa atau 10% dari penduduk Negara Brunei Darussalam.Ā Antonio Pigafetta seorang cendikiawan dan penjelajah dari Italia menyebutkan Kampong Ayer sebagai Venesia dari Timur.

Sampai di Kampong Ayer, tempat yang pertama dituju adalah Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery (Galeri Wisata dan Kebudayaan Kampong Ayer), yang menampilkan kerajinan tangan penduduk Kampong Ayer (ada yang dijual dan ada pula yang hanya dipajang), serta penjelasan mengenai sejarah Kampong Ayer dari masa ke masa.

Uniknya, berbagai fasilitas yang ada di Kampong Ayer semuanya ada di atas air, mulai dari Kantor Polisi, Kantor Pemadam Kebakaran, Rumah Sakit, Sekolah, Masjid, Rumah Makan dan Warung.

Kampong Ayer Cultural and Tourism Gallery, Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyeberangi Sungai Brunei, dari kota Bandar Seri Begawan menuju ke Kampong Ayer

Kampong Ayer terlihat dari sebuah mercusuar kecil

Kampong Ayer berhiaskan bendera Brunei Darussalam dan bendera Vietnam menyambut kunjungan Ibu Negara Vietnam

Masjid di atas air di Kampong Ayer

Kantor Pemadam Kebakaran di atas air di Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyusuri Sungai Brunei, Sungai terbesar terpendek di Brunei Darussalam

Jong Batu, kisah seperti Malin Kundang yang ada di Brunei Darussalam

Seminar dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Hari Kelima

Ziarah ke Makam Sultan Syarif Ali dan Sultan Bolkiah serta mengunjungi Brunei International Food and Fashion Festival 2016

Ahad, 28 Agustus 2016

Makam Sultan Syarif Ali, Sultan ke-3 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Makam Sultan Bolkiah, Sultan ke-5 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Brunei International Convention Centre

 

Masjid Ash Shaliheen, Masjid yang terletak di Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam

 

Hari Keenam

Kunjangan ke Seria, Oil Town

Senin, 29 Agustus 2016

One Billionth Barrel Monument, Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

 

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

Pantai Jerudong, Brunei Darussalam

Empire Hotel and Country Club, Jerudong, Brunei Darussalam

Silaturrahim dengan Sdr. Riyadi S. Harun, salah satu pengurus KKMI Libya dan Sdr. Jufriadi yang saat ini sedang studi di UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Hari Ketujuh

Kunjungan ke Istana Nurul Iman dan meninggalkan negeri Brunei Darussalam

Selasa, 30 Agustus 2016

 

Istana Nurul Iman, Kediaman Sultan Hassanil Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

 

Jam Hadiah Ratu Elizabeth II, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

Royal Regalia Museum / Museum Alat Kebesaran Diraja, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Bersiap berangkat meninggalkan Brunei Darussalam menuju ke Kuala Lumpur Malaysia

 

Berhenti Beretorika, PPI Dunia Menginisiasi Gerakan Untuk Negeri


JAKARTA, WB – Simposium Dunia tahun diselenggarakan di Cairo dengan tema ā€œMemperteguh Identitas Bangsa Indonesiaā€ yang dilaksanakan pada 23 Juli 2016 ā€“ 28 Juli 2016. Simposium Internasional PPI Dunia ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Dan dilanjutkan dengan koordinasi Gerakan yang berakhir pada tanggal 6 Agustus 2016.

Dalam diskusi panel, semua peserta simposium sepakat bahwa simposium kali ini tidak lagi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah akan tetapi merumuskan gerakan yang dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Gerakan yang mengkolaborasi semua elemen PPI Negara dan BEM, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata untuk bangsa dan negara. Dari semangat tersebut dirumuskanlah gerakan yang terdiri dari empat sektor yaitu Agama, Pendidikan, Politik dan Ekonomi.

 
Agama

Di bidang agama, seluruh PPI Negara sepakat membentuk tim media kerohanian di PPI Dunia untuk membentuk buku/video tentang isu-isu agama dan dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Sehingga dapat memberikan pemahaman mengenai agama secara utuh bukan berwawasan sempit. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam terhadap masyarakat Indonesia dan generasi muda Indonesia untuk dapat ber-agama dan bertanah air Indonesia. Selain itu, dibentuk juga tim kajian yang membehas mengenai radikalisme dan ekstremisme di Indonesia. Diharapkan ke depannya, tim ini mampu memberikan sumbangsih kepada Indonesia dalam memberikan solusi nyata untuk menghadapi maraknya radikalisme dan ekstremisme
Pendidikan

Di forum pendidikan, PPI Negara dan BEM merumuskan gerakan yang sinergi, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia. Gerakan pembangunan 100 sekolah dasar dan perpustakaan adalah gerakan utama yang diinisiasi mengingat standart infrastruktur pendidikan yang kurang merata merupakan isu yang harus diperhatikan. Selain itu, pengumpulan koin untuk guru juga diinisiasi untuk mengkritik pemerintah mengingat kesejahteraan guru di daerah terpencil yang sangat memprihatinkan. Mahasiswa Indonesia di luar negeri juga ikut ambil bagian, mereka berkomitmen untuk datang langsung ke SMA-SMA tertinggal memberikan semangat dan harapan kepada siswa-siswa SMA agar berani menggapai mimpi meskipun terbelunggu kondisi yang tidak jarang membelenggu mereka
Politik

Di ranah politik, Gerakan Separatis Papua Barat dan Munculnya gerakan anti demokrasi di berbagai negara di dunia (terutama timur tengah) menjadi fokus tersendiri bagi mahasiswa Indonesia se-Dunia. Oleh sebab itu dibentuklah tim kajian papua dan juga mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia di setiap negara
Ekonomi

Di panel ekonomi, mahasiswa Indonesia se-Dunia berencana membentuk desa binaan dengan kerjasama LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM. Selain itu untuk memperkuat ekonomi, mereka mengadakan Summer vacation collaboration antara PPI and BEM dengan memberikan kontribusi nyata dalam program BINA Desa
Dengan perumusan gerakan tersebut, mahasiswa Indonesia se-Dunia berharap bahwa mahasiswa tidak hanya pandai beretorika akan tetapi mereka juga tidak segan juga untuk turun langsung ke akar permasalahan dan memberikan solusi nyata. []
http://m.wartabuana.com/read/berhenti-beretorika-ppi-dunia-menginisiasi-gerakan-untuk-negeri.html

Ramadhan di Tanah Suci


Ramadhan sebagai bulan yang mulia dan penuh keutamaan sangat dinantikan oleh seluruh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Pesonanya tak akan dilewatkan oleh satu orangpun.
Tak terkecuali di negara Arab Saudi, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam, suasana Ramadhan akan begitu terasa bagi siapapun. Arab Saudi adalah negara yang berlandasan pada hukum hukum Islam, sehingga praktik keislaman begitu kental dipraktikkan oleh sebagian besar penduduknya. Suasana ibadah akan begitu terasa, terlebih pada malam harinya.

Penentuan awal Ramadhan adalah wewenang pemerintah, sehingga seluruhnya akan memulai puasa serempak dan selesai serempak pula.

Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas. Artinya, siang hari akan berlangsung lebih lama daripada malam harinya. Lama puasa di Arab Saudi sekitar 15 jam dengan suhu udara kisaran 40 ā€“ 45 derajat celcius pada siang hari. Cuaca yang cukup terik bagi ukuran orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis. Oleh karena itu kita akan dapati jalanan begitu lengang pada siang hari.

Pelajar dan mahasiswa tak perlu khawatir dengan teriknya cuaca, karena Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan akhir semester kecuali sebagian kecil mahasiswa yang mengambil summer term. Pemerintah juga akan mengurangi jam kerja pegawai kantor kantor pemerintahan. Restoran restoran dan toko bahan makanan akan tutup pada siang hari dan akan memulai aktivitasnya sore hari setelah sholat ashar, begitu juga sebagian besar toko kelontong. Siang hari akan dimanfaatkan sebagian besar orang untuk beristirahat.

Bulan Ramadhan akan benar benar dimanfaatkan warga Arab Saudi untuk berbuat kebaikan. Setelah ashar akan dimanfaatkan oleh sebagian orang memilih mendengarkan tausiyah yang ada di masjid masjid terutama di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, atau menyiapkan hidangan berbuka puasa. Tidak akan ada pasar dadakan yang menjual takjil di pinggir jalan, justru anda akan dapati banyak orang yang berdiri di pinggir jalan dengan membagikan bungkusan untuk hidangan berbuka puasa.

Tak sempat memasak ? Tidak usah khawatir, banyak yang masjid yang akan menyiapkan hidangan berbuka. Dari yang sederhana berupa beberapa biji kurma dan sebotol air danā€™ashir, hingga berbagai macam hidangan khas arab seperti sambosa, tamis, zabadi, kabsah, dajjaj syawayah, fahm dan ruz mandi dan lain lain.

Jika anda berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, hidangan berbuka akan lebih beragam bahkan anda bisa memilihnya sesuai selera, tentunya sebelum sufroh (plastik memanjang sabagai alas hidangan) terisi penuh. Ingin memilih berbuka yang sederhana berupa kurma dan roti, silahkan menuju masjid bagian dalam. Sementara di bagian luar anda akan dapati berbagai macam hidangan nasi bukhori atau mandi dengan lauk ayam dan daging ditemani makanan ringan berupa buah, kurma, roti dan ā€˜ashiir. Dan semuanya gratis untuk disantap. Setelah maghrib para remaja tanggung akan berkeliling masjid untuk membagikan teh dan kopi kepada para pengunjung.

Selanjutnya berlanjut dengan shalat tarawih, di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, tarawih akan berlangsung sebanyak 23 rakaat dengan target satu juz untuk satu malam dengan diimami imam imam pilihan dengan suara yang merdu, sehingga satu bulan Ramadhan bisa khatam seluruh Al Qurā€™an. Dan akan dilanjutkan sholat tahajud setelah tengah malam hingga menjelang sahur pada 10 malam terakhir.

Salah satu keunggulan dan daya tarik Arab Saudi pada bulan Ramadhan sudah pasti adalah dua tanah suci yang terdapat di kota Makkah dan Madinah. Kaā€™bah sebagai kiblat kaum muslimin dan Masjid Nabawi sebagai masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam. Beribadah di dua tempat tersebut akan mendapat ganjaran yang berlipat lipat, sehingga akan ada jutaan orang dari seluruh dunia yang memenuhi kedua masjid tersebut.

Sebagian besar pertokoan akan kembali buka setelah tarawih hingga tengah malam, bahkan hingga menjelang sahur. Malam yang pendek akan berlangsung dengan cepat, sehingga banyak yang memilih tidak tidur hingga subuh menjelang, terutama bagi yang berjamaah di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, mengingat tarawih baru selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam.

Pada saat sahur juga bisa didapati orang orang yang membagikan hidangan sahur meskipun tidak sebanyak waktu berbuka.

Suasana Ramadhan di Arab Saudi tidak akan berbeda jauh dengan suasana di tanah air mengingan keduanya sama sama berpenduduk mayoritas islam. Hanya cuaca dan makanan yang membuatnya berbeda selain kehadiran keluarga besar tentunya.

Ingin merasakan Ramadhan di kedua tanah suci ? Silahkan mencari travel yang menyediakan paket ibadah umroh dan Iā€™tikaf selama Ramadhan.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk mengunjungi kedua tanah suci dan menerima semua amal ibadah kita. Amiinā€¦

(Ditulis oleh Muhammad Khalid Abdelrahman, Wakil Ketua PPMI Madinah 2015-2016, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah)