Belajar Bahasa Brunei

Belajar bahasa Brunei
Ani = Ini

Awu = Ya (Awu banar = Ya Benar)

Usin = Duit

Inda = tidak

Indada = Tidak ada

Ia = Dia

Kenapa kan = Kenapa sih?

Sangal = Letih

Panyap = Kemas

Limpang = Baring 

Daras = Over 

Bekamih = Buang air kecil 

Beria = Buang air besar

Ijap = Takut 

Sasah = Cuci 

Mengantak atau Menjerang = Memasak 

Alai = Panggilan untuk orang yang disayang 

Mua = Muka 

Tarabah = Jatuh 

Bajaur = Berjalan-jalan 

Cuik = Piring kecil 

Kudut = Piring Besar

Sasaban = Talenan

Isbok = Kulkas

paingan = Kebiasaan 

Kebeliyangan = Terkejut

Kurapak = Ngomong

Ngalih = Capek

Palui = Bodoh

Sigup = rokok

Malabui = timbul

Gulayan = Sayuran

Batah = lama

Berinut = Berangkat 

Mulih = Pulang

Bubut = kejar

Lusir = lari

Nyaman = enak

Bisai = indah

Linggang = lenggang lenggok

Beantam = berkelahi

menyeluru = mengejek

Buyuk = tipu

Ben = van

Sekulah = sekolah

Samak = semak

Licak = lentur/becek

Piasau = kelapa

Limpas = lewat

Kampis = kempes

Bangas = basi 

Lakat = masih

Ingar = berisik

Pelakian = Suami

Pebinian = Istri 

Basing = tupai

Baie = babi

Kuyuk = anjing

Ucing = kucing

Tekilala = kenal

Sikui = semangka

Kepayas = pepaya

Ambuk = monyet

Dian = lilin

Bekarap = kedip

Dandam = rindu 

Semberana = sembrono

Lagau = panggil

Memapak = menguyah

Behibun = bersenda gurau

Menyasah = cuci kain

Pelacahan / lungkang = selokan

Bubut = kejar

Kamah = kotor

Carik = sobek

Kepala Tuhut = dengkul

Buntak = pendek

Mengalakari = menipu 

Terabah = tersungkur

Aing = air

Lambut = lembut

Bula = bola

Dapan = depan

Janggut = jenggot

Lawa = cantik

Bida = jelek

Galap = gelap

Tarang = terang

Biskal = sepeda

Kerita = mobil

Mutusikal = motor

Lampung = lampu

Banar = benar / beneran? / banget

Ikan = lauk

Belurih = dapat

Dapat = bisa

Baras = beras

Cali = lucu

Ingau = khawatir

Siwa = sewa

Museums

Umm Qais Anitiquities Museum, Umm Qais

Umm Qais Archaeological Museum, Umm Qais, Jordan

Jerash Archaelogical Museum, Jerash

Jerash Archaeological Museum, Jerash, Jordan

Petra Archaelogical Museum, Petra

Petra Archeological Museum, Petra, Jordan

The Royal Automobile Museum, Amman

The Royal Automobile Museum, Amman, Jordan

Jordan Archaelogical Museum, Amman

Jordan Archeological Museum, Amman Citadel, Amman, Jordan

The National Heritage Museum, Irbid

The National Heritage Museum, University of Jordan, Amman, Jordan

Jalan-jalan ke Yordania 2016

img_1262

Transit di Taima, Tabuk, Arab Saudi

img_1131

Sampai di Terminal Amman Selatan (Mujamma’ al-Janubi), Amman, Yordania

img_1173

Di depan Mudarraj Amman (Amman Amphiteater), Amman, Yordania

img_1497

Cairo Restaurant, Amman, Yordania

img_1320

Masjid Raja Hussain, Amman, Yordania

img_1338

img_6426

The Royal Automobile Museum, Amman, Yordania

img_1685

Al al-Bayt University, Mafraq, Yordania

img_1817

Pohon Al-Buqai’awiyyah, Yordania

DCIM100GOPRO

Silaturrahim dengan kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Al al-Bayt University, Mafraq, Yordania

img_2064

Berada di depan Dataran Tinggi Golan dan Danau Tiberias

img_1929

Silaturrahim dengan kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Yarmouk University, Irbid, Yordania

img_2193

Umm Qais, Yordania

img_1980

Yarmouk University, Irbid, Yordania

img_2432

Ajloun Castle, Ajloun, Yordania

img_3002

Jerash, Yordania

img_3125

Audiensi dengan Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Yordania al-Hasyimiyah dan Negara Palestina, YM Bapak Teguh Wardoyo

img_3158

WISE (World Islamic Science and Education) University, Amman, Yordania

img_6596

Petra, Yordania

img_4022

Umayyad Palace, Amman Citadel, Amman, Yordania

img_4096

Goa Ashabul Kahfi

img_3681

University of Jordan, Amman, Yordania

img_4482

Terminal bus Amman, Amman, Yordania

Jalan-jalan ke Brunei Darussalam 2016

Keluar dari Imigrasi Bandara, langsung disuguhkan dua peta wisata

Brunei Darussalam menjadi negara ke-6 yang saya kunjungi, negara yang terletak di Pulau Kalimantan / Pulau Borneo ini, merupakan salah satu negara yang terkecil di Asia Tenggara namun salah satu yang termakmur di kawasan ini. Di Brunei, saya berkunjung selama 7 hari, dan berkesempatan menghadiri Akad Nikah dan Walimah sahabat saya, serta menghadiri Seminar dan Pergantian Ketua PPI Brunei Darussalam.

Mendarat di Bandara, langsung disambut sahabat saya, Awangku Abdul Khaliq dan Ketua PPI Brunei Darussalam, mas Miftachul Huda

 

Hari Pertama

Mendarat di Negeri Brunei Darussalam

Rabu, 24 Agustus 2016

Dari Bandara Internasional Brunei yang terletak di daerah Berakas ini saya bersama sahabat saya menuju ke tempat penginapan di daerah Gadong, namun sebelum itu kami melewati Pusat Kota Bandar Seri Begawan, dan Masjid Sultan Omar Ali Saifudin yang merupakan Landmark Negara Brunei Darussalam dan terletak di pinggiran Sungai Brunei, serta melewati Institut Tahfiz Al-Qur’an Brunei Darussalam, satu-satunya sekolah Tahfiz al-Qur’an di Brunei Darussalam.

 

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

 

Bekas Kantor Kementerian Agama Brunei Darussalam yang terletak di sebelah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

Hari pertama di Brunei Darussalam, saya mencicipi Roti Norbi, mungkin roti ini masyhur di Malaysia dan India, dan tentu saja tidak lupa dengan teh tarik

Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Yang Mulia Pengiran Dato Baginda Haji Bahrom bin Pengiran Haji Bahar

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam

Hari Kedua

Menghadiri Majlis Pernikahan

Kamis, 25 Agustus 2016

Majlis Pernihakan (Akad Nikah dan Walimah) di Brunei Darussalam, tidak seperti Walimah atau Resepsi yang ada di Indonesia, dimana kedua mempelai duduk di pelaminan, dan para undangan berbaris untuk menyalami kedua mempelai. Di Brunei, walimah atau yang lazim disebut Majlis Pernikahan ini, para tamu undangan duduk di tempat duduk masing-masing yang telah disediakan, dan mempelai laki-laki menyalami para undangan laki-laki dan mempelai perempuan menyalami para undangan perempuan, dan tempat duduknya dipisah.

Biasanya, Majlis Pernikahan diselenggarakan dua kali, di tempat laki-laki pada hari Jum’at dan di tempat perempuan pada hari Ahad, dan waktunya hanya sekitar 2 jam, pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.00, tidak seperti di Indonesia, resepsi jika diselenggarakan di rumah, kedua mempelai bisa berdiri di pelaminan dari pagi sampai malam😀 kecuali di gedung.

Sahabat saya mengambil waktu walimah di hari Kamis dan Sabtu, hari Kamisnya diselenggarakan di The Rizqun International Hotel dan hari Sabtunya diselenggarakan di International Convention Centre. Walimah pada hari Kamisnya, juga dihadiri oleh Mufti Brunei Darussalam, Pehin Abdul Aziz Juned, Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Pembangunan, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Agama dan Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam.

 

Pusat Perbelanjaan Gadong

 

Akad Nikah Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

 

Majlis Perkahwinan dan Doa Kesyukuran Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

Hari Ketiga

Jum’atan di Masjid Jame Asr

Jum’at, 26 Agustus 2016

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam di subuh hari

 

 

Kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari, di Balai Ibadat Kampung Mata-mata, Bandar Seri Begawan

Jembatan Penyeberangan yang berhiaskan tulisan sambutan kedatangan Presiden Vietnam ke Brunei Darussalam, 26-28 Agustus 2016

 

Pasar Tradisional Gadong, terlihat dari The Rizqun International Hotel, Gadong, Brunei Darussalam

 

Hari Keempat

Kampong Ayer dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Sabtu, 27 Agustus 2016

Hari Keempat di Brunei Darussalam, tak lupa saya mengunjungi Kampong Ayer (baca: Kampung Air) yang terletak di atas Sungai Brunei di seberang kota Bandar Seri Begawan. Kampong Ayer merupakan pemukiman di atas air terbesar di dunia, yang telah dihuni lebih dari 1300 tahun, saat ini Kampong Ayer dihuni lebih dari 30.000 jiwa atau 10% dari penduduk Negara Brunei Darussalam. Antonio Pigafetta seorang cendikiawan dan penjelajah dari Italia menyebutkan Kampong Ayer sebagai Venesia dari Timur.

Sampai di Kampong Ayer, tempat yang pertama dituju adalah Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery (Galeri Wisata dan Kebudayaan Kampong Ayer), yang menampilkan kerajinan tangan penduduk Kampong Ayer (ada yang dijual dan ada pula yang hanya dipajang), serta penjelasan mengenai sejarah Kampong Ayer dari masa ke masa.

Uniknya, berbagai fasilitas yang ada di Kampong Ayer semuanya ada di atas air, mulai dari Kantor Polisi, Kantor Pemadam Kebakaran, Rumah Sakit, Sekolah, Masjid, Rumah Makan dan Warung.

Kampong Ayer Cultural and Tourism Gallery, Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyeberangi Sungai Brunei, dari kota Bandar Seri Begawan menuju ke Kampong Ayer

Kampong Ayer terlihat dari sebuah mercusuar kecil

Kampong Ayer berhiaskan bendera Brunei Darussalam dan bendera Vietnam menyambut kunjungan Ibu Negara Vietnam

Masjid di atas air di Kampong Ayer

Kantor Pemadam Kebakaran di atas air di Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyusuri Sungai Brunei, Sungai terbesar terpendek di Brunei Darussalam

Jong Batu, kisah seperti Malin Kundang yang ada di Brunei Darussalam

Seminar dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Hari Kelima

Ziarah ke Makam Sultan Syarif Ali dan Sultan Bolkiah serta mengunjungi Brunei International Food and Fashion Festival 2016

Ahad, 28 Agustus 2016

Makam Sultan Syarif Ali, Sultan ke-3 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Makam Sultan Bolkiah, Sultan ke-5 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Brunei International Convention Centre

 

Masjid Ash Shaliheen, Masjid yang terletak di Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam

 

Hari Keenam

Kunjangan ke Seria, Oil Town

Senin, 29 Agustus 2016

One Billionth Barrel Monument, Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

 

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

Pantai Jerudong, Brunei Darussalam

Empire Hotel and Country Club, Jerudong, Brunei Darussalam

Silaturrahim dengan Sdr. Riyadi S. Harun, salah satu pengurus KKMI Libya dan Sdr. Jufriadi yang saat ini sedang studi di UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Hari Ketujuh

Kunjungan ke Istana Nurul Iman dan meninggalkan negeri Brunei Darussalam

Selasa, 30 Agustus 2016

 

Istana Nurul Iman, Kediaman Sultan Hassanil Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

 

Jam Hadiah Ratu Elizabeth II, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

Royal Regalia Museum / Museum Alat Kebesaran Diraja, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Bersiap berangkat meninggalkan Brunei Darussalam menuju ke Kuala Lumpur Malaysia

 

Berhenti Beretorika, PPI Dunia Menginisiasi Gerakan Untuk Negeri


JAKARTA, WB – Simposium Dunia tahun diselenggarakan di Cairo dengan tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia” yang dilaksanakan pada 23 Juli 2016 – 28 Juli 2016. Simposium Internasional PPI Dunia ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Dan dilanjutkan dengan koordinasi Gerakan yang berakhir pada tanggal 6 Agustus 2016.

Dalam diskusi panel, semua peserta simposium sepakat bahwa simposium kali ini tidak lagi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah akan tetapi merumuskan gerakan yang dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Gerakan yang mengkolaborasi semua elemen PPI Negara dan BEM, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata untuk bangsa dan negara. Dari semangat tersebut dirumuskanlah gerakan yang terdiri dari empat sektor yaitu Agama, Pendidikan, Politik dan Ekonomi.

 
Agama

Di bidang agama, seluruh PPI Negara sepakat membentuk tim media kerohanian di PPI Dunia untuk membentuk buku/video tentang isu-isu agama dan dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Sehingga dapat memberikan pemahaman mengenai agama secara utuh bukan berwawasan sempit. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam terhadap masyarakat Indonesia dan generasi muda Indonesia untuk dapat ber-agama dan bertanah air Indonesia. Selain itu, dibentuk juga tim kajian yang membehas mengenai radikalisme dan ekstremisme di Indonesia. Diharapkan ke depannya, tim ini mampu memberikan sumbangsih kepada Indonesia dalam memberikan solusi nyata untuk menghadapi maraknya radikalisme dan ekstremisme
Pendidikan

Di forum pendidikan, PPI Negara dan BEM merumuskan gerakan yang sinergi, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia. Gerakan pembangunan 100 sekolah dasar dan perpustakaan adalah gerakan utama yang diinisiasi mengingat standart infrastruktur pendidikan yang kurang merata merupakan isu yang harus diperhatikan. Selain itu, pengumpulan koin untuk guru juga diinisiasi untuk mengkritik pemerintah mengingat kesejahteraan guru di daerah terpencil yang sangat memprihatinkan. Mahasiswa Indonesia di luar negeri juga ikut ambil bagian, mereka berkomitmen untuk datang langsung ke SMA-SMA tertinggal memberikan semangat dan harapan kepada siswa-siswa SMA agar berani menggapai mimpi meskipun terbelunggu kondisi yang tidak jarang membelenggu mereka
Politik

Di ranah politik, Gerakan Separatis Papua Barat dan Munculnya gerakan anti demokrasi di berbagai negara di dunia (terutama timur tengah) menjadi fokus tersendiri bagi mahasiswa Indonesia se-Dunia. Oleh sebab itu dibentuklah tim kajian papua dan juga mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia di setiap negara
Ekonomi

Di panel ekonomi, mahasiswa Indonesia se-Dunia berencana membentuk desa binaan dengan kerjasama LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM. Selain itu untuk memperkuat ekonomi, mereka mengadakan Summer vacation collaboration antara PPI and BEM dengan memberikan kontribusi nyata dalam program BINA Desa
Dengan perumusan gerakan tersebut, mahasiswa Indonesia se-Dunia berharap bahwa mahasiswa tidak hanya pandai beretorika akan tetapi mereka juga tidak segan juga untuk turun langsung ke akar permasalahan dan memberikan solusi nyata. []
http://m.wartabuana.com/read/berhenti-beretorika-ppi-dunia-menginisiasi-gerakan-untuk-negeri.html

Ramadhan di Tanah Suci


Ramadhan sebagai bulan yang mulia dan penuh keutamaan sangat dinantikan oleh seluruh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Pesonanya tak akan dilewatkan oleh satu orangpun.
Tak terkecuali di negara Arab Saudi, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam, suasana Ramadhan akan begitu terasa bagi siapapun. Arab Saudi adalah negara yang berlandasan pada hukum hukum Islam, sehingga praktik keislaman begitu kental dipraktikkan oleh sebagian besar penduduknya. Suasana ibadah akan begitu terasa, terlebih pada malam harinya.

Penentuan awal Ramadhan adalah wewenang pemerintah, sehingga seluruhnya akan memulai puasa serempak dan selesai serempak pula.

Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas. Artinya, siang hari akan berlangsung lebih lama daripada malam harinya. Lama puasa di Arab Saudi sekitar 15 jam dengan suhu udara kisaran 40 – 45 derajat celcius pada siang hari. Cuaca yang cukup terik bagi ukuran orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis. Oleh karena itu kita akan dapati jalanan begitu lengang pada siang hari.

Pelajar dan mahasiswa tak perlu khawatir dengan teriknya cuaca, karena Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan akhir semester kecuali sebagian kecil mahasiswa yang mengambil summer term. Pemerintah juga akan mengurangi jam kerja pegawai kantor kantor pemerintahan. Restoran restoran dan toko bahan makanan akan tutup pada siang hari dan akan memulai aktivitasnya sore hari setelah sholat ashar, begitu juga sebagian besar toko kelontong. Siang hari akan dimanfaatkan sebagian besar orang untuk beristirahat.

Bulan Ramadhan akan benar benar dimanfaatkan warga Arab Saudi untuk berbuat kebaikan. Setelah ashar akan dimanfaatkan oleh sebagian orang memilih mendengarkan tausiyah yang ada di masjid masjid terutama di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, atau menyiapkan hidangan berbuka puasa. Tidak akan ada pasar dadakan yang menjual takjil di pinggir jalan, justru anda akan dapati banyak orang yang berdiri di pinggir jalan dengan membagikan bungkusan untuk hidangan berbuka puasa.

Tak sempat memasak ? Tidak usah khawatir, banyak yang masjid yang akan menyiapkan hidangan berbuka. Dari yang sederhana berupa beberapa biji kurma dan sebotol air dan’ashir, hingga berbagai macam hidangan khas arab seperti sambosa, tamis, zabadi, kabsah, dajjaj syawayah, fahm dan ruz mandi dan lain lain.

Jika anda berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, hidangan berbuka akan lebih beragam bahkan anda bisa memilihnya sesuai selera, tentunya sebelum sufroh (plastik memanjang sabagai alas hidangan) terisi penuh. Ingin memilih berbuka yang sederhana berupa kurma dan roti, silahkan menuju masjid bagian dalam. Sementara di bagian luar anda akan dapati berbagai macam hidangan nasi bukhori atau mandi dengan lauk ayam dan daging ditemani makanan ringan berupa buah, kurma, roti dan ‘ashiir. Dan semuanya gratis untuk disantap. Setelah maghrib para remaja tanggung akan berkeliling masjid untuk membagikan teh dan kopi kepada para pengunjung.

Selanjutnya berlanjut dengan shalat tarawih, di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, tarawih akan berlangsung sebanyak 23 rakaat dengan target satu juz untuk satu malam dengan diimami imam imam pilihan dengan suara yang merdu, sehingga satu bulan Ramadhan bisa khatam seluruh Al Qur’an. Dan akan dilanjutkan sholat tahajud setelah tengah malam hingga menjelang sahur pada 10 malam terakhir.

Salah satu keunggulan dan daya tarik Arab Saudi pada bulan Ramadhan sudah pasti adalah dua tanah suci yang terdapat di kota Makkah dan Madinah. Ka’bah sebagai kiblat kaum muslimin dan Masjid Nabawi sebagai masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beribadah di dua tempat tersebut akan mendapat ganjaran yang berlipat lipat, sehingga akan ada jutaan orang dari seluruh dunia yang memenuhi kedua masjid tersebut.

Sebagian besar pertokoan akan kembali buka setelah tarawih hingga tengah malam, bahkan hingga menjelang sahur. Malam yang pendek akan berlangsung dengan cepat, sehingga banyak yang memilih tidak tidur hingga subuh menjelang, terutama bagi yang berjamaah di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, mengingat tarawih baru selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam.

Pada saat sahur juga bisa didapati orang orang yang membagikan hidangan sahur meskipun tidak sebanyak waktu berbuka.

Suasana Ramadhan di Arab Saudi tidak akan berbeda jauh dengan suasana di tanah air mengingan keduanya sama sama berpenduduk mayoritas islam. Hanya cuaca dan makanan yang membuatnya berbeda selain kehadiran keluarga besar tentunya.

Ingin merasakan Ramadhan di kedua tanah suci ? Silahkan mencari travel yang menyediakan paket ibadah umroh dan I’tikaf selama Ramadhan.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk mengunjungi kedua tanah suci dan menerima semua amal ibadah kita. Amiin…

(Ditulis oleh Muhammad Khalid Abdelrahman, Wakil Ketua PPMI Madinah 2015-2016, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah)

Studi S1 dan S2 di International Islamic University Islamabad, Pakistan


Informasi dari PPMI Pakistan
Bagi yang berminat studi S1 dan S2 di International Islamic University (IIU) Islamabad
Assalamu’aikum wr.wb.

Berikut info tentang International Islamic University (IIU) Islamabad :
1. Sejarah Berdirinya IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RaXBFSzdVZ3F6VjQ/view?usp=sharing
2. Keunggulan Kuliah di IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RQ2p2b2FlbHgwbkk/view?usp=sharing
3. Cara Mendaftar ke IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RWjZqb3FubTFVOE0/view?usp=sharing
4. Biaya Pendaftaran awal ke IIU Islamabad

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RSG9JLWtaOFcwVWc/view?usp=sharing
5. Biaya Kuliah, Asrama, Serta Contoh Berkas-berkas

https://drive.google.com/file/d/0B7q9NyH2yy4RQ3R5Rzk0Qm05QTQ/view?usp=sharing
CP : 

Adnin Zahir : ‪+92 333 5709703‬

Firosyurahman : +923365879053

PPMI Arab Saudi berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya’qub


Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun
PPMI Arab Saudi turut berduka cita atas wafatnya salah satu ulama Indonesia, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, pada hari Kamis, 21 Rajab 1437 H/28 April 2016 M pukul 06.00 di Tangerang Selatan, semoga amal kebaikan beliau diterima disisi Allah, diampuni dosa-dosanya dan dilimpahkan ketabahan bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, Aamiin
Prof. Ali Mustafa -rahimahullah- menyelesaikan Studi S1 bidang Syari’ah di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh dan Studi S2 bidang Tafsir Hadits di Universitas King Saud, Riyadh dan pernah menjadi Ketua PPI Riyadh
Foto Prof. Ali Mustafa -rahimahullah- bersama Mantan Ketua BNPT, Bpk Saud Usman Nasution, dan Ketua PPMI Madinah 2014-2015, Ust. Zaidan Anshari dalam acara Diskusi Penanggulangan Terorisme bersama PPMI Madinah di Wisma Haji Indonesia – Madinah, 25 Desember 2014

Pohon Zaitun, Bukan di Timur bukan pula di Barat

  
Pohon Zaitun yang bukan di Timur dan bukan pula di Barat
الله نور السماوات والأرض مثل نوره ممشكاة فيها مصباح المصباح في زجاجة الزجاجة كأنها كوكب دري يوقد من شجرة مباركة زيتونة لا شرقية ولا غربية يكاد زيتها يضيء ولو لم تمسسه نار نور على نور يهدي الله لنوره من يشاء ويضرب الله الأمثال للناس والله بكل شيء عليم
Terjemah maknanya:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada langit dan bumi. Perumpanaan cahaya Allah, adalah seperti lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An-Nur: 35)
Firman Allah: “Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,” yaitu berasal dari minyak zaitun, pohon yang penuh berkah, yakni pohon zaitun. Dalam kalimat, kedudukan kata adalah badal atau ‘athaf bayan. Firman Allah: “Yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),” tempat tumbuhnya bukan di sebelah timur hingga tidak terkena sinar matahari di awal siang dan bukan pula di sebelah barat hingga tertutupi bayangan sebelum matahari terbenam, namun letaknya di tengah, terus disinari matahari sejak pagi sampai sore. Sehingga minyak yang dihasilkannya jernih, sedang dan bercahaya.
Abu Ja’far ar-Razi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang firman Allah : “Pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),” beliau berkata: “Yakni pohon zaitun yang hijau dan segar yang tidak terkena sinar matahari, bagaimanapun kondisinya, baik ketika matahari terbit maupun matahari terbenam.” Beliau melanjutkan: “Demikianlah seorang Mukmin yang terpelihara dari fitnah-fitnah. Adakalanya ia tertimpa fitnah, namun Allah meneguhkannya, ia selalu berada dalam empat keadaan berikut: Jika berkata ia jujur, jika menghukum ia berlaku adil, jika diberi cobaan ia bersabar dan jika diberi, ia bersyukur. Keadaannya di antara manusia lainnya seperti seorang yang hidup berjalan di tengah-tengah kubur orang-orang yang sudah mati. Zaid bin Aslam mengatakan: “Maksud firman Allah: ‘Tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),’ yaitu negeri Syam.”

Maka jika anda ke Syam (Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania) belilah minyak zaitun yang asli dan bisa bereksperimen, minyaknya akan memunculkan cahaya, meskipun dalam keadaan gelap, Allahu A’lam. Qur’an Surat An-Nur ayat 35 ini juga merupakan ayat yang menunjukkan sebagai ayat Metode Penelitian. 😊

Mafraq, Yordania, 29 Rabi’ul Awwal 1437 H/9 Januari 2016 M

Sutera Sengkang untuk Gubernur Madinah

  
Alhamdulillah, wash shalaatu was salaamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du
Hari ini pada pembukaan Festival Budaya dan Bangsa ke-5 di Universitas Islam Madinah, kami memberikan hadiah kain sutera dari Sengkang, Sulawesi Selatan untuk Gubernur Provinsi Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, putra Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Festival ini diikuti oleh 64 negara dan pembukaannya dihadiri oleh 35 Duta Besar Negara Sahabat, turut hadir Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Bapak Sunarko (kanan saya), Acting Konsul Jenderal RI di Jeddah, Bapak Dicky Yunus, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Bapak Basuni Imamuddin, dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Bapak Syarif Shahabuddin
Terima kasih atas dukungan dan kontribusinya kepada KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, Asatidzah Dirasat Ulya (Mahasiswa Pasca sarjana UIM), Pengurus PPMI Arab Saudi & PPMI Madinah khususnya untuk Panitia Stand Indonesia tahun ini, Jazakumullahu Khairan Katsiran, semoga Festival yang berlangsung selama 5 hari ini dapat mempromosikan kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia, dan berlangsung dengan baik dan lancar
Madinah, 20 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/29 Maret 2016 M