Umar-lah yang Pertama Kali

  
Ternyata Khalifah Umar tidak saja identik dengan tarawih dan kalender hijriah, di zaman beliau Radhiyallahu ‘Anhu, pertama kali ditetapkan wajib militer, pasukan cadangan, pemisahan eksekutif dengan yudikatif hingga pembangunan infrastruktur
Amir al-Mu’minin Sayyidina ‘Umar bin al-Khattab al-Farouq Radhiyallahu ‘Anhu adalah orang yang pertama kali dalam Islam
1. Menetapkan sistem pemerintahan secara rinci, pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu negara masih sangat sederhana
2. Mendapatkan gelar Amir al-Mu’minin, Abu Bakar bergelar Khalifah Rasulullah
3. Menetapkan kalender hijriah
4. Membangun 3 Diwan, Diwan al-Jund, Diwan al-‘Atha’ dan Diwan al-Kharaj, Diwan setingkat dengan Kementerian, Diwan al-Jund berarti Kementerian Militer, Diwan al-‘Atha’ berarti Kementerian yang mengurus pembagian bantuan dana untuk masyarakat, dan Diwan al-Kharaj berarti Kementerian yang mengatur pendapatan dan pengeluaran negara
5. Merancang kota-kota baru, seperti kota Fusthath (sekarang Cairo) dibangun oleh ‘Amru bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhu, kota Kufah yang dibangun oleh Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘Anhu, kota al-Bashrah yang dibangun oleh ‘Abd bin ‘Itban Radhiyallahu ‘Anhu.
6. Membangun Baitul Mal, sebagai Badan Penyimpanan Keuangan Negara, serta koordinator pembagian bantuan dana bagi masyarakat yang membutuhkan, ditunjuklah Abdurrahman ‘Ubaid al-Qari’ sebagai Kepalanya
7. Membangun kanal antara Sungai Nil dengan Laut Merah, kanal antara Sungai Eufrat dengan Sungai Tigris, infrastruktur ini untuk mempermudah pengiriman logistik untuk masyarakat, serta membangun Bendungan agar Makkah tidak banjir
8. Membangun tempat-tempat peristirahatan untuk jamaah haji, sepanjang jalan menuju Makkah, disediakanlah makanan serta kandang onta
9. Membangun panti sosial di setiap kota
10. Membangun struktur pemerintahan negara, mengangkat gubernur dan wakil khalifah
11. Mewajibkan setiap gubernur untuk membuat laporan tahunan, dilaporkan setiap musim haji
12. Membagi negara menjadi beberapa provinsi, jazirah Arab dibagi menjadi 5 provinsi (Makkah, Madinah, Tha’if, Shana’a, Bahrain) ditambah provinsi Syam, dan 2 provinsi di Irak (Bashrah dan Kufah), Madinah sebagai ibu kota
Shana’a: sekarang adalah Yaman

Bahrain: sekarang adalah Provinsi Timur, Arab Saudi ditambah Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab sampai Oman

Syam: sekarang adalah Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania
13. Menentapkan utusan khusus, Muhammad bin Maslamah, yang bertugas untuk mengecek kegiatan gubernur sehari-hari
14. Mengirim mata-mata ke setiap gubernur
15. Memerintahkan ke setiap gubernur jika ingin masuk ke wilayah baru harus pada waktu siang hari
16. Pemisahan kantor yudikatif (qadhi/hakim) dari kantor legislatif
17. mengumpulkan orang-orang untuk mendirikan salat tarawih secara berjama’ah
18. Mempersiapkan pasukan cadangan untuk militer
19. Menyelenggarakan wajib militer
20. Membagun benteng-benteng di perbatasan negara
21. Membangun “Dar adh-Dhiyafah”, rumah persinggahan bagi para musafir, disediakanlah tempat tinggal, makanan dan fasilitas lainnya secara gratis
22. Menyelenggarkan Sensus Penduduk
23. Membakar rumah-rumah yang memproduksi khamar
24. Memberikan bantuan 100 dirham per bulan untuk laqith (anak-anak yang tidak diketahui orangtuanya)
25. Blusukan di malam hari, mendatangi rumah-rumah masyarakat yang kurang mampu
26. Mencatat tanggal kepergian dan kedatangan militer yang sedang berdinas, sebagai laporan untuk istrinya
27. Memberikan hadiah (uang) bagi setiap bayi muslim yang lahir
28. Menetapkan bahwa jizyah (iuran bagi non muslim yang tinggal di negara Islam) terbagi menjadi beberapa tingkatan, sesuai dengan keadaan ekonomi, perempuan tidak harus membayar jizyah, yang tadinya besar jizyah 1 dinar untuk semua kalangan, menjadi 2 dinar, dan 4 dinar untuk orang-orang kaya
29. Menetapkan bahwa orang-orang fakir dari kalangan Ahlu Dzimmah (non muslim yang tinggal di negara Islam) dan orang-orang yang lemah, tidak perlu membayar jizyah
30. Memperbolehkan non muslim untuk masuk ke tanah suci Madinah dalam urusan perdagangan, dan tidak boleh lebih dari 3 hari.
31. Menjadikan seluruh penduduk jazirah Arab muslim
Diterjemahkan secara bebas dari Mudzakkirah Tarikh al-Khilafah ar-Rasyidah, Dr. Abdurrahman bin Rabah Safar al-Hujaili
Bacaan lebih luas; buku Awwaliyyat al-Faruq as-Siyasiyyah, karya Ghalib al-Qurasyi (500 halaman)
Ditulis oleh al-Faqir, al-Madinah al-Munawwarah, 13 Jumada ats-Tsaniyyah 1437 H/22 Maret 2016 M

Foto: Al-Quds, Palestina, sumber: Twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: