Konflik Yaman: Mantan Presiden vs Mantan Wakil Presiden

image

Untuk saudara kami, Ustadz Age -semoga Allah menjaga beliau dan menjaga seluruh saudara-saudara kita di Yaman dan di seluruh dunia-

Beberapa waktu yang lalu, teman-teman kami di Mesir melihat secara langsung konflik yang terjadi disana, begitu pula teman-teman kami di Suriah, juga merasakan dampak pertempuran di Bumi Syam.

Ustadz Age telah bercerita kepada saya via whatsapp, beliau saat ini menyelesaikan studinya di Darul Ulum Hudaidah, Yaman. Hudaidah merupakan salah satu provinsi di Yaman, yang sebelum penyatuan Yaman berada di Yaman Utara. Keunikan Hudaidah, Hudaidah terletak 1000 km selatan dari Mekkah, dan satu garis lurus dari Mekkah.

Beliau menyampaikan, saat ini pelajar Indonesia yang ada disana sekitar 50 orang, pihak KBRI Sanaa menawarkan 2 pilihan, evakuasi atau menetap, sebagian besar dari mereka memilih evakuasi, ada yang belum memilih, kalau evakuasi lewat jalur Saudi, KJRI Jeddah juga sedang mempersiapkan evakuasi.

Sabtu malam Ahad (28/3) ba’da isya, Pasukan Koalisi menggempur Bandara Hudaidah dan Kamp Pemberontak Syi’ah Houtsi, yang jaraknya sangat dekat dengan ma’had beliau, kurang lebih 2 km dari Darul Ulum, mereka melihat dan mendengar langsung rudal-rudal yang dijatuhkan, proses belajar mengajar diliburkan, pihak kampus mengizinkan pelajar Yaman untuk pulang ke rumah mereka selama 20 hari, adapun pelajar asing diperbolehkan menetap atau pulang ke negaranya.

Setelah itu, Syi’ah Houtsi mengancam untuk meninggalkan kamp-kamp mereka dan masuk ke pemukiman sipil, serangan mendadak ba’da isya kemarin bukan hanya mengenai Syi’ah Houtsi saja, warga sipil juga terkena imbasnya.

Serangan tersebut memancing amarah warga sipil, karena Yaman merupakan negara yang melegalkan penggunaan senjata, menjadikan mereka keluar rumah dan berupaya ikut serta dalam kontak senjata. Salah satu dosen kami menyatakan, setiap kepala suku (kabilah) di Yaman, memegang senjata besar seperti bazoka di rumah mereka.

Presentasi Syi’ah Zaidiyyah di Yaman mencapai 45%, konflik yang terjadi sekarang bukan hanya konflik ideologi saja, melainkan konflik geopolitik juga. Tidak bisa dipisahkan dengan sejarah penyatuan Yaman Utara dan Yaman Selatan. Media televisi yang menjadi alat propaganda Syi’ah Houtsi disiarkan langsung dari Lebanon, bukan dari Yaman, karena hal ini merupakan bantuan dari kelompok Hizbullah Syi’ah.

Beberapa Hal yang saya tangkap dari Live Interview Dhia Ul Hadi, Ketua PPI Kota Hudaidah di Radio PPI Dunia beberapa hari yang lalu, antara lain:

1. Abdul Malik al-Houtsi, Pemimpin Houtsi menyampaikan, bahwasanya dari Yaman sampai dengan Rukun Yamani di Ka’bah Masjidil Haram adalah milik Yaman (milik Syi’ah Houtsi, pen.) hal inilah yang menjadikan motivasi dan ambisi mereka untuk menguasai Yaman dan cita-cita mereka untuk menguasai ka’bah.

2. Persenjataan Syi’ah Houtsi dipasok dari Iran, selain itu Syi’ah Houtsi juga merebut persenjataan dari Pemerintah Yaman.

3. Sha’dah, salah satu provinsi di Yaman yang merupakan provinsi tempat berdirinya gerakan ini, disana bukan lagi bendera Yaman yang dikibarkan, melainkan bendera Iran.

4. Jika Syi’ah Houtsi menguasai Yaman secara keseluruhan, yang diangkat menjadi Presiden adalah Ahmad Ali Abdullah Saleh, anak Ali Abdullah Saleh yang juga merupakan Mantan Duta Besar Yaman untuk Uni Emirat Arab.

5. Pemberontak Syi’ah Houtsi pada awal Maret berhasil menduduki Istana Negara dan seluruh kantor kementerian di Sanaa, Presiden Hadi mengungsi ke Aden, dan menyatakan Aden sebagai ibu kota sementara.

Ditambah lagi dengan dukungan loyalis Ali Abdullah Saleh, Presiden terguling Yaman, menjadikan Syi’ah Houtsi semakin kuat. Konflik yang terjadi sekarang bisa dibilang pertempuran Mantan Presiden versus Mantan Wakil Presiden, keduanya bukan orang baru di Yaman.

Saleh + Houtsi vs Hadi + Koalisi

Ali Abdullah Saleh merupakan Mantan Presiden Yaman Utara tahun 1978 sampai dengan tahun 1990, lalu ia menjadi Presiden Yaman setelah bersatu dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2012, adapun Abdur Rabbuh Manshur Hadi adalah Wakil Presiden tahun 1994 sampai dengam 2012. Sejak tahun 2012 sampai sekarang, Hadi memimpin Yaman.

Saat ini, Presiden Hadi tinggal di Saudi, adapun Presiden terguling Saleh diberitakan oleh Kemenlu Yaman akan kabur Eritrea. Yaman seperti tidak punya presiden lagi.

Pada hari kedua Operasi Militer, 2 pesawat Saudi terjatuh di Laut Merah, namun pilotnya dinyatakan selamat. Konflik semakin memperkeruh kawasan, Turki meminta Iran agar menarik tentaranya dari Suriah, Irak dan Yaman. Somalia akan bergabung dengan Pasukan Koalisi 10 negara (Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Maroko, Sudan, Pakistan, Yordania).

Saya berpesan kepada seluruh pembaca agar senantiasa mendo’akan Yaman.

Ya Allah jagalah Yaman dan penduduknya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, iman itu ada pada Yaman, hikmah itu ada pada Yaman, fikih itu ada pada Yaman

Wallahu A’lam

Madinah, 1400 km dari Hudaidah, Yaman

10 Jumadats Tsaniyyah 1436 Hijriah bertepatan dengan 30 Maret 2015 Masehi

Imam Khairul Annas
Bukan Pengamat Timur Tengah

Foto Ustadz Age ini diambil beberapa bulan yang lalu, beliau juga mengirimkan kepada saya beberapa foto situasi terakhir Hudaidah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: