Jalan-jalan ke Brunei Darussalam 2016

Keluar dari Imigrasi Bandara, langsung disuguhkan dua peta wisata

Brunei Darussalam menjadi negara ke-6 yang saya kunjungi, negara yang terletak di Pulau Kalimantan / Pulau Borneo ini, merupakan salah satu negara yang terkecil di Asia Tenggara namun salah satu yang termakmur di kawasan ini. Di Brunei, saya berkunjung selama 7 hari, dan berkesempatan menghadiri Akad Nikah dan Walimah sahabat saya, serta menghadiri Seminar dan Pergantian Ketua PPI Brunei Darussalam.

Mendarat di Bandara, langsung disambut sahabat saya, Awangku Abdul Khaliq dan Ketua PPI Brunei Darussalam, mas Miftachul Huda

 

Hari Pertama

Mendarat di Negeri Brunei Darussalam

Rabu, 24 Agustus 2016

Dari Bandara Internasional Brunei yang terletak di daerah Berakas ini saya bersama sahabat saya menuju ke tempat penginapan di daerah Gadong, namun sebelum itu kami melewati Pusat Kota Bandar Seri Begawan, dan Masjid Sultan Omar Ali Saifudin yang merupakan Landmark Negara Brunei Darussalam dan terletak di pinggiran Sungai Brunei, serta melewati Institut Tahfiz Al-Qur’an Brunei Darussalam, satu-satunya sekolah Tahfiz al-Qur’an di Brunei Darussalam.

 

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

 

Bekas Kantor Kementerian Agama Brunei Darussalam yang terletak di sebelah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan

Hari pertama di Brunei Darussalam, saya mencicipi Roti Norbi, mungkin roti ini masyhur di Malaysia dan India, dan tentu saja tidak lupa dengan teh tarik

Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Yang Mulia Pengiran Dato Baginda Haji Bahrom bin Pengiran Haji Bahar

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam

Hari Kedua

Menghadiri Majlis Pernikahan

Kamis, 25 Agustus 2016

Majlis Pernihakan (Akad Nikah dan Walimah) di Brunei Darussalam, tidak seperti Walimah atau Resepsi yang ada di Indonesia, dimana kedua mempelai duduk di pelaminan, dan para undangan berbaris untuk menyalami kedua mempelai. Di Brunei, walimah atau yang lazim disebut Majlis Pernikahan ini, para tamu undangan duduk di tempat duduk masing-masing yang telah disediakan, dan mempelai laki-laki menyalami para undangan laki-laki dan mempelai perempuan menyalami para undangan perempuan, dan tempat duduknya dipisah.

Biasanya, Majlis Pernikahan diselenggarakan dua kali, di tempat laki-laki pada hari Jum’at dan di tempat perempuan pada hari Ahad, dan waktunya hanya sekitar 2 jam, pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.00, tidak seperti di Indonesia, resepsi jika diselenggarakan di rumah, kedua mempelai bisa berdiri di pelaminan dari pagi sampai malam😀 kecuali di gedung.

Sahabat saya mengambil waktu walimah di hari Kamis dan Sabtu, hari Kamisnya diselenggarakan di The Rizqun International Hotel dan hari Sabtunya diselenggarakan di International Convention Centre. Walimah pada hari Kamisnya, juga dihadiri oleh Mufti Brunei Darussalam, Pehin Abdul Aziz Juned, Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Pembangunan, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Agama dan Wakil Menteri Pendidikan Brunei Darussalam.

 

Pusat Perbelanjaan Gadong

 

Akad Nikah Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

 

Majlis Perkahwinan dan Doa Kesyukuran Awangku Haji Abdul Basit bin Pengiran Haji Zaini dengan Dayang Nuriy Afiqah

Hari Ketiga

Jum’atan di Masjid Jame Asr

Jum’at, 26 Agustus 2016

 

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, Kiarong, Brunei Darussalam di subuh hari

 

 

Kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari, di Balai Ibadat Kampung Mata-mata, Bandar Seri Begawan

Jembatan Penyeberangan yang berhiaskan tulisan sambutan kedatangan Presiden Vietnam ke Brunei Darussalam, 26-28 Agustus 2016

 

Pasar Tradisional Gadong, terlihat dari The Rizqun International Hotel, Gadong, Brunei Darussalam

 

Hari Keempat

Kampong Ayer dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Sabtu, 27 Agustus 2016

Hari Keempat di Brunei Darussalam, tak lupa saya mengunjungi Kampong Ayer (baca: Kampung Air) yang terletak di atas Sungai Brunei di seberang kota Bandar Seri Begawan. Kampong Ayer merupakan pemukiman di atas air terbesar di dunia, yang telah dihuni lebih dari 1300 tahun, saat ini Kampong Ayer dihuni lebih dari 30.000 jiwa atau 10% dari penduduk Negara Brunei Darussalam. Antonio Pigafetta seorang cendikiawan dan penjelajah dari Italia menyebutkan Kampong Ayer sebagai Venesia dari Timur.

Sampai di Kampong Ayer, tempat yang pertama dituju adalah Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery (Galeri Wisata dan Kebudayaan Kampong Ayer), yang menampilkan kerajinan tangan penduduk Kampong Ayer (ada yang dijual dan ada pula yang hanya dipajang), serta penjelasan mengenai sejarah Kampong Ayer dari masa ke masa.

Uniknya, berbagai fasilitas yang ada di Kampong Ayer semuanya ada di atas air, mulai dari Kantor Polisi, Kantor Pemadam Kebakaran, Rumah Sakit, Sekolah, Masjid, Rumah Makan dan Warung.

Kampong Ayer Cultural and Tourism Gallery, Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyeberangi Sungai Brunei, dari kota Bandar Seri Begawan menuju ke Kampong Ayer

Kampong Ayer terlihat dari sebuah mercusuar kecil

Kampong Ayer berhiaskan bendera Brunei Darussalam dan bendera Vietnam menyambut kunjungan Ibu Negara Vietnam

Masjid di atas air di Kampong Ayer

Kantor Pemadam Kebakaran di atas air di Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Menyusuri Sungai Brunei, Sungai terbesar terpendek di Brunei Darussalam

Jong Batu, kisah seperti Malin Kundang yang ada di Brunei Darussalam

Seminar dan Pergantian PPI Brunei Darussalam

Hari Kelima

Ziarah ke Makam Sultan Syarif Ali dan Sultan Bolkiah serta mengunjungi Brunei International Food and Fashion Festival 2016

Ahad, 28 Agustus 2016

Makam Sultan Syarif Ali, Sultan ke-3 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Makam Sultan Bolkiah, Sultan ke-5 Kesultanan Brunei Darussalam

 

Brunei International Convention Centre

 

Masjid Ash Shaliheen, Masjid yang terletak di Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam

 

Hari Keenam

Kunjangan ke Seria, Oil Town

Senin, 29 Agustus 2016

One Billionth Barrel Monument, Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

 

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

OGDC (Oil and Gas Discovery Centre), Seria, Belait, Brunei Darussalam

 

Pantai Jerudong, Brunei Darussalam

Empire Hotel and Country Club, Jerudong, Brunei Darussalam

Silaturrahim dengan Sdr. Riyadi S. Harun, salah satu pengurus KKMI Libya dan Sdr. Jufriadi yang saat ini sedang studi di UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Hari Ketujuh

Kunjungan ke Istana Nurul Iman dan meninggalkan negeri Brunei Darussalam

Selasa, 30 Agustus 2016

 

Istana Nurul Iman, Kediaman Sultan Hassanil Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

 

Jam Hadiah Ratu Elizabeth II, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

Royal Regalia Museum / Museum Alat Kebesaran Diraja, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

 

Bersiap berangkat meninggalkan Brunei Darussalam menuju ke Kuala Lumpur Malaysia

 

One response

  1. Assalamu’alaikum mas. Salam kenal. Saya Dwiki dari Sidoarjo. Saya mau tanya, bagaimana cara mendaftar beasiswa bagi mahasiswa asing seperti kita warga indonesia. Dengar2 bulan ini sudah dibuka pendaftaran. Saya tertarik. Terima kasih. Saya mohon balasannya di email saya atoygraff@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: