Ramadhan di Tanah Suci


Ramadhan sebagai bulan yang mulia dan penuh keutamaan sangat dinantikan oleh seluruh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Pesonanya tak akan dilewatkan oleh satu orangpun.
Tak terkecuali di negara Arab Saudi, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam, suasana Ramadhan akan begitu terasa bagi siapapun. Arab Saudi adalah negara yang berlandasan pada hukum hukum Islam, sehingga praktik keislaman begitu kental dipraktikkan oleh sebagian besar penduduknya. Suasana ibadah akan begitu terasa, terlebih pada malam harinya.

Penentuan awal Ramadhan adalah wewenang pemerintah, sehingga seluruhnya akan memulai puasa serempak dan selesai serempak pula.

Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas. Artinya, siang hari akan berlangsung lebih lama daripada malam harinya. Lama puasa di Arab Saudi sekitar 15 jam dengan suhu udara kisaran 40 – 45 derajat celcius pada siang hari. Cuaca yang cukup terik bagi ukuran orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis. Oleh karena itu kita akan dapati jalanan begitu lengang pada siang hari.

Pelajar dan mahasiswa tak perlu khawatir dengan teriknya cuaca, karena Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan akhir semester kecuali sebagian kecil mahasiswa yang mengambil summer term. Pemerintah juga akan mengurangi jam kerja pegawai kantor kantor pemerintahan. Restoran restoran dan toko bahan makanan akan tutup pada siang hari dan akan memulai aktivitasnya sore hari setelah sholat ashar, begitu juga sebagian besar toko kelontong. Siang hari akan dimanfaatkan sebagian besar orang untuk beristirahat.

Bulan Ramadhan akan benar benar dimanfaatkan warga Arab Saudi untuk berbuat kebaikan. Setelah ashar akan dimanfaatkan oleh sebagian orang memilih mendengarkan tausiyah yang ada di masjid masjid terutama di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, atau menyiapkan hidangan berbuka puasa. Tidak akan ada pasar dadakan yang menjual takjil di pinggir jalan, justru anda akan dapati banyak orang yang berdiri di pinggir jalan dengan membagikan bungkusan untuk hidangan berbuka puasa.

Tak sempat memasak ? Tidak usah khawatir, banyak yang masjid yang akan menyiapkan hidangan berbuka. Dari yang sederhana berupa beberapa biji kurma dan sebotol air dan’ashir, hingga berbagai macam hidangan khas arab seperti sambosa, tamis, zabadi, kabsah, dajjaj syawayah, fahm dan ruz mandi dan lain lain.

Jika anda berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, hidangan berbuka akan lebih beragam bahkan anda bisa memilihnya sesuai selera, tentunya sebelum sufroh (plastik memanjang sabagai alas hidangan) terisi penuh. Ingin memilih berbuka yang sederhana berupa kurma dan roti, silahkan menuju masjid bagian dalam. Sementara di bagian luar anda akan dapati berbagai macam hidangan nasi bukhori atau mandi dengan lauk ayam dan daging ditemani makanan ringan berupa buah, kurma, roti dan ‘ashiir. Dan semuanya gratis untuk disantap. Setelah maghrib para remaja tanggung akan berkeliling masjid untuk membagikan teh dan kopi kepada para pengunjung.

Selanjutnya berlanjut dengan shalat tarawih, di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, tarawih akan berlangsung sebanyak 23 rakaat dengan target satu juz untuk satu malam dengan diimami imam imam pilihan dengan suara yang merdu, sehingga satu bulan Ramadhan bisa khatam seluruh Al Qur’an. Dan akan dilanjutkan sholat tahajud setelah tengah malam hingga menjelang sahur pada 10 malam terakhir.

Salah satu keunggulan dan daya tarik Arab Saudi pada bulan Ramadhan sudah pasti adalah dua tanah suci yang terdapat di kota Makkah dan Madinah. Ka’bah sebagai kiblat kaum muslimin dan Masjid Nabawi sebagai masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beribadah di dua tempat tersebut akan mendapat ganjaran yang berlipat lipat, sehingga akan ada jutaan orang dari seluruh dunia yang memenuhi kedua masjid tersebut.

Sebagian besar pertokoan akan kembali buka setelah tarawih hingga tengah malam, bahkan hingga menjelang sahur. Malam yang pendek akan berlangsung dengan cepat, sehingga banyak yang memilih tidak tidur hingga subuh menjelang, terutama bagi yang berjamaah di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom, mengingat tarawih baru selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam.

Pada saat sahur juga bisa didapati orang orang yang membagikan hidangan sahur meskipun tidak sebanyak waktu berbuka.

Suasana Ramadhan di Arab Saudi tidak akan berbeda jauh dengan suasana di tanah air mengingan keduanya sama sama berpenduduk mayoritas islam. Hanya cuaca dan makanan yang membuatnya berbeda selain kehadiran keluarga besar tentunya.

Ingin merasakan Ramadhan di kedua tanah suci ? Silahkan mencari travel yang menyediakan paket ibadah umroh dan I’tikaf selama Ramadhan.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk mengunjungi kedua tanah suci dan menerima semua amal ibadah kita. Amiin…

(Ditulis oleh Muhammad Khalid Abdelrahman, Wakil Ketua PPMI Madinah 2015-2016, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: