Sejarah Palestina 

  
Palestina adalah tanah yang diperebutkan berbagai bangsa sejak berabad-abad lamanya
Palestina sendiri sudah menjadi tempat tinggal para nabi, yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salaam, dan anaknya Nabi Ishaq ‘Alaihis Salaam, kemudian cucunya Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salaam. Penamaan Ya’qub sendiri dalam bahasa Ibrani adalah Israel, yang berasal dari dua kata; “Isra” dan “El”, Isra memiliki arti Hamba dan El memiliki arti Tuhan; Israel: Hamba Tuhan: Abdullah. Maka Bani Israil memiliki arti keturunan Nabi Ya’qub.

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam memiliki 12 anak, salah satunya Nabi Yusuf ‘Alaihis Salaam, yang pada akhirnya nanti Nabi Yusuf diangkat menjadi Bendahara Negeri Mesir, ayahnya serta anak-anaknya ikut pindah ke Mesir. Bani Israil tinggal di Mesir dengan aman dan tentram hingga wafatnya Nabi Yusuf.

Masa demi masa berlalu, hingga datanglah masa salah satu Fir’aun yang memerintahkan agar bayi-bayi dari Bani Israil dibunuh, selamatlah bayi Nabi Musa ‘Alaihis Salaam, bahkan Nabi Musa tinggal dalam asuhan istri Fir’aun sendiri. Nabi Musa mengajak kepada Fir’aun untuk beriman, namun ia menolak, setelah itu Mesir dilanda kekeringan, hingga Nabi Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir menuju ke Palestina, Nabi Musa dengan mukjizat dari Allah dapat membelah Laut Merah, adapun Fir’aun dan tentaranya mati tenggelam di laut tersebut.

Nabi Musa masuk ke Palestina melalui Sungai Yordan, dan wafat serta dimakamkan di Gunung Nebo, dalam perjalanan menuju Palestina. Palestina ditaklukan oleh Nabi Yusya’ bin Nun ‘Alaihis Salam, mulailah 3 masa pemerintahan di Palestina, zaman hakim-hakim, zaman raja-raja dan zaman pembagian.

Zaman Hakim-Hakim
Nabi Yusya’ membagi Palestina menjadi 12 bagian, sesuai dengan 12 cucu atau keturunan Israel (Nabi Ya’qub), setiap bagian dipimpin oleh pembesar, 1 cucu menjadi 1 hakim di 1 bagian, hal ini terus berlangsung hingga 400 tahun. Diantara Bani Israil dengan bangsa lainnya terjadi secara terus menerus, kemenangan terkadang direbut oleh mereka dan terkadang oleh musuh mereka.

Zaman Raja-Raja
Tanah Palestina dipimpin oleh seorang Raja, yaitu Raja Thalut, kemudian digantikan oleh Raja Daud atau Nabi Daud ‘Alaihis Salaam, setelah itu digantikan oleh anaknya Raja Sulaiman atau Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salaam. Zaman ini adalah zaman keemasan bagi Bani Israil.

Zaman Pembagian
Palestina dibagi menjadi 2, Palestina Selatan (Kerajaan Yehuda) dengan ibu kota Baitul Maqdis dipimpin oleh Rehabeam anak Nabi Sulaiman dan Palestina Utara (Kerajaan Israel) dengan ibu kota Nablus atau Samaria dipimpin oleh Yerobeam bin Nebat. Rehabeam bersama keturunan Benyamin, sedangkan Yerobeam bersama 10 keturunan lainnya. Orang-orang Samaria memindahkan kiblat mereka dari Baitul Maqdis ke Gunung Gerizim.

Pertempuran antara Kerajaan Yehuda dengan Kerajaan Israel berlangsung terus menerus, meskipun terkadang terjadi juga kesepakatan antar kedua kerajaan tersebut. Kerajaan Israel berdirin selama 244 tahun, dan memiliki banyak permasalahan, sedangkan Kerajaan Yehuda berdiri selama 326 tahun dan relatif dalam keadaan aman dan damai. Kedua Kerajaan ini mengalami pertempuran dengan orang-orang Aram, orang-orang Palestina, orang-orang Edom, orang-orang Moab.

Pada tahun 722 SM, Raja Sargon dari Kerajaan Assyria menguasai Kerajaan Israel, membuang orang-orang Yahudi ke Irak dan pada tahun 603 SM, Penguasa Mesir berhasil menguasai Kerajaan Yehuda hingga ke Sungai Eufrat dan mewajibkan penduduk setempat untuk membayar upeti.

Datanglah Nebukadnezar II, Kaisar Babilonia untuk merebut Syam dan Palestina serta mengusir Penguasa Mesir dari sana, kemudian membuang orang-orang Yahudi ke Babilonia, kejadian ini berlangsung pada akhir tahun 576 SM.
Jatuhlah Babilonia di tangan Kekaisaran Persia, dengan pimpinan Kaisar Cyrus I pada tahun 538 SM, ia memperbolehkan orang-orang Yahudi untuk kembali ke Palestina. Persia menguasai Palestina hingga tahun 332 SM.

Pada tahun tersebut, Alexander the Great dari Makedonia (Kekaisaran Yunani) berhasil menguasai Syam, Palestina, Persia, Mesir dan Irak. Semuanya berada di dalam kekuasaannya pada abad ke-4 SM hingga pertengahan abad pertama SM. Kemudian Panglima Pompei dari Kekaisaran Romawi berhasil mengusir Yunani dan menguasai Palestina.

Pada zaman Romawi ini, diutuslah Nabi Isa ‘Alaihis Salaam, setelah Nabi Isa diangkat ke langit, terjadilah revolusi orang-orang Yahudi untuk menentang Romawi, kemudian Panglima Titus dari Romawi mengusir orang-orang Yahudi dari Palestina, serta menghancurkan Baitul Maqdis dan kuil mereka pada tahun 70 M.

Pada tahun 135 M, Panglima Adrian dari Romawi memerintahkan tentaranya untuk meruntuhkan kuil tersebut ke bawah tanah, dan membangun kuil untuk Dewi Jupiter. Menghancurkan seluruh kota dan mengusir serta melarang orang-orang Yahudi untuk masuk ke Baitul Maqdis.

Hingga diperbolehkan untuk masuk kesana sehari dalam satu tahun, sisa kuil tersebut hanya ada satu tembok, yang saat ini disebut dengan tembok ratapan. Berpencarlah orang-orang Yahudi ke seluruh dunia.

Pada zaman Amirul Mu’minin Sayyidinaa Umar bin al-Khattab al-Farouq Radhiyallahu ‘Anhu, masuklah Baitul Maqdis ke dalam kekuasaannya, ia mengambil kunci Baitul Maqdis dari Pendeta Stefanus, yang berpesan kepada Khalifah Umar agar tidak mengizinkan orang-orang Yahudi untuk masuk ke Baitul Maqdis.

Kemudian turun temurun, Palestina dikuasai oleh Kekhalifahan Khulafaur Rasyidin, Kekhalifahan Umayyah, Kekhalifahan Abbasiyah, Kekhalifahan Fathimiyyah, Pasukan Salib, Kesultanan Ayyubiyah, Kesultanan Mamluk hingga terakhir Kekhalifahan Turki Utsmani.

Usaha untuk mengumpulkan orang-orang Yahudi kembali ke Palestina, muncul pada tahun 1799 ketika Napoleon Bonaparte dari Perancis berupaya untuk merebut Palestina, dan menjadikan orang-orang Yahudi dari Asia dan Afrika sebagai tentaranya, namun usaha tersebut gagal.

Hingga akhirnya Theodor Herzl, Jurnalis dari Austro-Hongaria, yang juga pembesar zionis, memulai rencana dengan menulis buku dengan judul “Negara Yahudi” pada tahun 1896. Satu tahun kemudian diselenggarakanlah Konferensi Yahudi se-dunia di Basel, Swiss. Salah satu ketetapan dari konferensi tersebut adalah pendirian Organisasi Yahudi Se-dunia.

Mereka mempelajari negara-negara penjajah, hingga mereka melihat bahwa Kerajaan Britania Raya negara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginan mereka. Terlebih lagi, banyak negara-negara Arab adalah jajahan Britania. 

Pada tahun 1917, terjadilah Perjanjian Balfour, dimana Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Britania mengumumkan bahwa Britania memberikan hak kepada orang-orang Yahudi untuk tinggal di Palestina. Mulailah datang orang-orang Yahudi ke Palestina, dimana pada waktu itu Palestina berada di bawah Mandat Britania, hingga orang-orang Yahudi bisa mendirikan negara di dalam negara.

Pada tanggal 29 November 1947, Komite dari PBB mengumumkan pembagian wilayah Palestina menjadi 2, wilayah untuk Muslim dan wilayah untuk Yahudi. Kemudian Britania meninggalkan Palestina, dan pada Mei 1948 diproklamasikan pendirian negara Israel, 11 menit kemudian AS mengakui kedaulatan ini, sebelumya Rusia juga telah mengakuinya. Dan terjadilah berbagai peperangan hingga sekarang.

Orang-orang Yahudi merasa bahwasanya Palestina itu adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka, padahal jika dirunut, ada 3 bangsa asli yang sudah lama tinggal di tanah ini yaitu Bangsa Fenisia sejak 3000 SM dan tinggal di Utara Palestina dan dekat Laut Mediterania, kemudian Bangsa Kan’an yang tinggal di Selatan Palestina sejak 2500 SM. Kedua bangsa ini adalah kabilah-kabilah Arab yang telah migrasi dari Jazirah Arab ke Palestina.

Bangsa yang ketiga adalah Bangsa فلستين (Filistin), yang bermigrasi dari Pulau Kreta sejak 1500 SM dan tinggal di Yafo dan Gaza. Orang-orang Kan’an menyebut bangsa Filisitin dengan nama فلسطين (Palestina), hingga seluruh wilayah disana disebut Palestina.

Jadi, telah jelas bahwa bukanlah orang-orang Yahudi yang pertama kali tinggal di Palestina, melainkan bangsa-bangsa yang telah disebutkan diatas. Bangsa-bangsa tersebut juga tetap tinggal di Palestina di berbagai zaman, hal ini tercatat di kitab-kitab Yahudi dan di buku-buku sejarah.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Ditulis oleh al-Faqir di Madinah, 27 Jumada al-Ula 1437 H/7 Maret 2016 M

One response

  1. Mam sertakan sumber dan jurnal yang rinci biar lebih terpecaya, soal nya bukan di al kitab mereka aja yg menyebutkan bahwa tanah palestina itu milik mereka mam, di al – qur’an sendiri juga disebutkan juga di surat al – isra’ ayat 104 apa berapa gitu coba cek lagi ya bunyi nya gini (faidzaa jaa a wa’dul aakhirah jina bikum lafifan) dan itu juga diperkuat lagi sama ayat sebelumnya ane lupa ayat nya yg jelas Allah SWT itu emang menjanjikan bangsa yahudi berkumpul di tanah yg dijanjikan mereka 2 kali dan yg pertama sudah terlaksana yaitu ketika nabi Musa AS yg membawa mereka keluar dari mesir, dan yg kedua itu janji akhir yg disebut di al – qur’an tadi mam

    Hehehe maap ya mam panjang banget komenya, sebenernya masi mau komen lagi tapi kepanjangan sih hahaha sorry mam sukses buat antum

    Afwan klo ada salah2 kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: