Belajar dari Kesabaran Sang Nenek

20140106_202955Jum’at sore, setelah menunaikan ibadah salat magrib di Masjid Nabawi, saya diajak teman saya untuk menjenguk salah satu jamaah umrah yang terjatuh ketika turun dari tangga pesawat Saudi Arabia Airlines di Bandar Udara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Pasien tersebut adalah seorang nenek yang sudah berkepala tujuh, kakinya patah, saat itu pula untuk pertama kalinya saya mengunjungi Mustasyfa Malik Fahd atau Rumah Sakit Raja Fahd yang terletak di utara Universitas Islam Madinah. Hari itu merupakan hari pertama kami menjenguknya, setelah ia dioperasi pada Kamis malam Jum’at, dan kami merupakan orang lain pertama yang menjenguk beliau.

Sesampainya di ruang pasien, lantai 3 kamar 362, kami langsung mengajak bicara nenek dan menanyakan kabar beliau. Ia tersenyum dan mengabarkan bahwasanya ia dalam keadaan baik. Bahasa Indonesianya lancar, sang nenek memang asli betawi dan berdomisili di bilangan Condet, Jakarta Timur. Ia tinggal sendirian, suaminya sudah wafat 8 tahun yang lalu, dan anak perempuannya wafat 2 tahun yang lalu, namun ia masih terlihat tabah dan tegar dan menyampaikan kepada kami yang menjenguknya “Saya masih punya Allah”.

Rombongan lain satu travel dengannya yang berjumlah 180 jamaah, sudah berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah pada pukul 4 sore, ia tak bisa ikut karena masih dalam perawatan dokter. “Saya tidak bisa bahasa Arab, dan tidak bisa bahasa Inggris, padahal dokter-dokter dan suster-suster disini ngomong bahasa Arab dan Inggris” ujarnya, faktor ketidakmampuan untuk berbahasa Arab dan Inggris membuatnya ingin segera pulang ke tanah air untuk berobat disana. Selain itu, makanan yang berbeda dengan makanan-makanan di Indonesia membuatnya juga tidak betah di rumah sakit, padahal ia sudah mengalami maag kronis dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kami memberikan air zamzam dan kurma, untuk diminum dan ngemil.

“Ini semua ujian dari Allah” pesan nenek, yang menurut kami beliau masih terlihat sabar menghadapi cobaan ini, sakit di negeri orang, tidak ada kenalan, tidak ada saudara, dan tidak ada yang menjaga beliau. Sebenarnya kami ingin menjaga beliau, namun peraturan di Arab Saudi, pasien perempuan harus ditunggui oleh perempuan dan pasien laki-laki harus ditunggui oleh laki-laki. Sabtu sore, setelah ashar saya dan teman saya langsung meluncur ke Rumah Sakit. Kali ini, saya bersama satu teman saya, jadi kami bertiga. Nenek senang ada orang lain yang menjenguknya, mungkin beliau sudah menanggap kami sebagai anak beliau. Ahad dan Senin kami juga menjenguknya, nenek bercerita ada beberapa dokter dan suster Indonesia yang menjenguknya, dan memberikan beberapa kebutuhan untuk nenek seperti pakaian ganti dan kain ihram.

Selasa pagi, nenek diizinkan untuk keluar dari rumah sakit dan diperbolehkan untuk menunaikan ibadah umrah dengan menggunakan kursi roda. Ketika itu, nenek dijemput pihak travel dan salah satu teman kami. Untuk  pertama kalinya nenek salat di halaman Masjid Nabawi, ketika itu waktu salat zuhur. Setelah zuhur nenekpun berangkat menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah, dan inilah hari terakhir nenek di Madinah dan Makkah, karena pada hari Rabu nenek dan rombongan lainnya akan bertolak menuju Jakarta.

Nenek akan menunaikan ibadah haji in sya Allah tahun 2017, semoga kami dan nenek masih diberikan umur panjang dan bisa silaturrahim lagi di masa yang akan datang. Kami belajar banyak dengan nenek terutama ilmu kesabaran dan ketabahan, meskipun nenek sudah tidak punya siapa-siapa lagi dan diuji dengan beberapa cobaan, namun nenek masih sabar dan tabah, menyerahkan segala urusan kepada Allah. Karena kita semua dan apa yang kita miliki adalah milik Allah, dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Semoga nenek diberikan kesembuhan, dimudahkan segala urusannya, diterima ibadah umrahnya oleh Allah. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: