Antara Mesir dan Arab Saudi, serta mohon do’anya

Para alumni pesantren banyak yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studinya ke Timur Tengah, dengan persiapan yang mereka miliki seperti kemampuan berbahasa Arab serta hafalan Al-Qur’an menjadikan mereka siap untuk mengikuti ujian masuk penerimaan beasiswa atau non beasiswa ke beberapa perguruan tinggi yang ada di Timur Tengah. Universitas Al-Azhar Kairo, merupakan salah satu perguruan tinggi yang dituju oleh mereka, selain itu ada juga Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Universitas Ummul Qurra’, Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, Universitas Afrika Internasional, Sudan, dan masih banyak lainnya.

Alhamdulillah, syukur kepada Allah, atas izin dan rahmat Allah saya lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, setelah mengikuti 2 tahapan seleksi. Seleksi pertama berlangsung pada tanggal 2 Juni 2012 bertempat di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan seleksti tahap kedua berlangsung pada tanggal 23 Juni 2012 di MAN 4 RMBI Jakarta.

Pada seleksi tahap pertama, ujian dilaksanakan di beberapa tempat, antara lain IAIN Medan, IAIN Jambi, UIN Jakarta, IAIN Surabaya, IAIN Banjarmasin, UIN Makassar, dan IAIN Mataram dengan jumlah peserta 2.800 orang (mendengar cerita dari beberapa teman yang juga mengikuti seleksi ini). Dari 2.800 orang tersebut, disaring menjadi 600an orang yang lulus dan dipersilahkan untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Dan dari 600an orang tersebut terpilih lebih dari 400an orang yang lulus dan alhamdulillah termasuk saya sendiri, alhamdulillah…🙂

Selain mengikuti seleksi ke Al-Azhar Mesir ini, saya juga mengikuti 2 test lainnya, yakni seleksi beasiswa S1 ke Universitas Afrika Internasional, Khartoum, Sudan yang mana ujian tersebut berlangsung pada tanggal 12 Mei 2012 di tempat yang sama dengan seleksi tahap pertama Universitas Al-Azhar Mesir (di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Serta pada bulan Juli 2011 (Sya’ban 1432 H) saya juga mengikuti muqobalah (test penerimaan) ke Universitas Islam Madinah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

Keinginan yang kuat untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah, ditambah dengan motivasi kedua orang tua, dukungan para guru membuat saya tambah semangat untuk mengejar cita-cita belajar di Timur Tengah. Diantara ketiga Universitas tersebut (Universitas Al-Azhar, Universitas Islam Madinah, dan Universitas Afrika Internasional) jika diperbolehkan untuk memilih, pasti saya memilih untuk melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, dengan berbagai pertimbangan antara lain di Madinah beasiswa yang diberikan full 100% dari Universitas, serta para mahasiswanya bisa menjalankan ibadah umrah atau haji.

Pada bulan Juli 2012 / Ramadhan 1433 H inilah saya harus memilih, apakah saya harus berangkat ke Mesir pada bulan September 2012 / Syawwal 1433 H atau harus menunggu pengumuman hasil muqobalah Universitas Islam Madinah. Karena saya mendengar kabar dari salah satu dosen di Universitas Islam Madinah, Insya Allah pengumuman muqobalah tahun lalu akan diumukan pada bulan Ramadhan 1433 H ini. Pilihan ada di tangan saya, apa harus tetap berangkat ke Mesir atau menunggu hasil Madinah, dan saya memutuskan untuk tetap menunggu hasil tersebut sampai hari Kamis (26/7), dan mendaftarkan diri ke IAAI (Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia) pada hari Jum’at (27/7) karena pengumpulan berkas calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir paling lambat pada hari Selasa (31/7).

Mohon do’anya dari semua semoga saya dapat menggapai cita-cita untuk melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, aamiin, makasih semua…🙂
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه

2 responses

  1. saya sarankan untuk ke univ madinah aja, karena seperti yg antum katakan ada beasiswa 100 % gratis. ada lagi keutamaan madinah yg lain (bukan bermaksud mengatakan selain madinah jelek, tentu tidak). di Madinah, antum dapat :
    1. mulazamah (belajar lgsg dan menimba ilmu lgsg) kepada ulama besar dunia seperti
    syaikh Abdul Muhsin al abbad
    2. Di Madinah lebih baik lingkungan utk beajar dan menghafal, di mesir lingkungan arabnya agak lebih terbuka dan bebas (mesir agak terbuka bebas negerinya)
    3. Ibadah haji gratis juga umrah grtais
    4. tiket pulang pergi gratis
    5. Untuk ilmu2 dasar hadits, tafsir, aqidah, lebih baik di Madinah
    6. Di Madinah, antum bisa mendisiplin kan diri, karena universitasnya memberlakukan absensi diri, t4 selain madinah dan umm al qura, seerti al azhar tidak memperlakukan absensi sekian persen kehadiran diri.
    7. Manhaj, nah ini penting sekali, di madinah agak lebih selektif manhaj dalam belajar agamanya, dimana yg saya ketahui tidak diajarkan filsafat, dimana filsafat tsb banyak mengandung kerancuan2, cukuplah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi serta pemahaman salafushaleh yg jadi pijakan kita.
    8 Dan masih banyak lagi kelebihan2 Madinah di banding t4 selain TANAH HARAMAIN yg antum sebutkan ( Sekali lagi bukan bermaksud mengatakan t4 selain Al Haramain itu tidak baik, tidak, dan tidak) tapi ada keutamaan belajar di tanah suci Al Haramain.

    1. terima kasih atas komentar, tanggapan, masukannya

      mohon do’anya semoga saya bisa melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, karena sampai sekarang ini saya menunggu pengumuman tersebut

      terima kasih…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: