Menulis, menulis, menulis

Orang-orang yang menghasilkan berbagai macam karya tulis, entah karya sastra ataupun karya ilmiah, semuanya berawal dari adanya kemampuan untuk menulis. Tahun lalu, ketika saya mengunjungi salah satu pesantren di Jawa Timur, terdapat majalah dinding yang didalamnya ada pamflet bertuliskan “Menulislah maka dunia akan menulismu”

Dari pepatah tersebut, kita bisa ambil gambaran bahwasanya orang-orang yang terbiasa menulis maka ia akan bisa menghasilkan karya tulis yang bagus pula. Menurut logika saya, para novelis serta cerpenis memulai tulisan mereka berawal dari kebiasaan menulis, dengan menulis secara terus menerus dari satu artikel ke artikel yang lainnya menjadikan mereka dapat mengasilkan karyanya. Dengan novel, mereka bisa terkenal ke seluruh seantero dunia, dan kita mengetahui itu, karena kita saat ini menikmati sekali tulisan mereka.

Dan mungkin ada juga dari mereka yang berawal dari hanya sekedar iseng saja. Orang-orang yang pandai menulis biasanya juga suka membaca, mengapa demikian? Dari hasil apa yang dia baca akan dia urai kembali sesuai dengan gambaran dan tafsirannya. Selain membaca, ada juga yang suka merenung, dan dengan hasil merenungnya tersebut ia dapat menuliskan seluruh uneg-unegnya.

Para mahasiswa pascasarjana menulis hasil penelitian mereka berdasarkan teori-teori yang mereka pelajari dan mereka dapatkan sesuai dengan apa yang mereka teliti, dan dengan hasil penelitian tersebut, mereka mendapatkan gelar sesuai dengan tingkatan pendidikan yang mereka ambil. Gelar Magister untuk Strata 2 dan Gelar Doktor untuk Strata 3 bagi mereka yang bisa menyelesaikan tesis dan disertasi mereka serta yang dapat mempertahankan teori-teori yang mereka teliti. Dan semua itu adalah hasil tulisan mereka.

Bagi saya yang baru lulusan setingkat SMA, menulis adalah sarana untuk menyampaikan uneg-uneg saya serta pesan saya kepada siapa saja yang membaca tulisan saya. Saya mengakui bahwa tulisan saya masih sangat mengambang dan tidak jelas dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, yang mana saya akan terus berusaha untuk menambah pengetahuan tersebut.

Zaman sekarang, menulis sangatlah mudah, tidak seperti ribuan tahun lalu yang harus susah-susah menulis di berbagai sarana seperti daun, batu, tumbuhan dan lain sebagainya, saat ini kita hanya menulis di internet saja sudah tersimpan dengan mudah, tentunya dengan bantuan berbagai teknologi komunikasi seperti smartphone dan komputer.

Banyak media yang dapat dipergunakan oleh kita untuk “menulis” di zaman sekarang, ada facebook, ada twitter, ada blogger, ada multiply, ada wordpress dan masih banyak lagi yang sejenis dengan jejaring sosial ataupun blog, dan lain sebagainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: