Haruskah Seorang Alumni Darunnajah Mengabdi?

Kegiatan Praktik Pengabdian Masyarakat di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramamulya, Kabupaten Kuningan tahun 2010-2011

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, beserta cabang-cabangnya mewajibkan seluruh alumninya untuk mengabdi atau menjadi kader di almameter, meskipun hanya satu tahun. Bukan hanya di Gontor, beberapa Pondok Alumni Gontorpun juga mengikuti sistem yang diterapkan oleh Gontor. Jika tidak mengabdi, maka alumni tersebut tidak bisa mengambil ijazah pesantren. Dengan mengabdi, alumni dapat langsung mengamalkan apa yang ia dapatkan selama empat atau enam tahun menjadi santri di Pondok Pesantren dimana ia menuntut ilmu.

Pondok Pesantren Darunnajah tidak mewajibkan para alumninya mengabdi, kecuali para santri yang mendapatkan beasiswa ashabunnajah, meskipun wacana untuk mewajibkan para alumni untuk mengabdi di Pesantren-pesantren Darunnajah Grup atau Mitra sering dilontarkan di berbagai forum guru, namun hal tersebut sepertinya tidak akan diberlakukan sebagaimana diberlakukan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Setiap alumni Pondok Pesantren Darunnajah diperbolehkan mengabdi di almameter, meskipun di setiap tahunnya hanya hitungan jari dari alumni yang ingin mengabdi.

Ketidakinginan alumni Darunnajah untuk mengabdi di almameternya memiliki berbagai alasan, antara lain adalah “membuang umur” dan lainnya adalah “tidak diperbolehkan oleh orang tua”. Padahal, di dalam pengabdian, seorang alumni dapat merasakan suka duka mengasuh santri, serta menjadi panitia di beberapa kegiatan pesantren. Berjuta pengalaman dapat didapatkan dalam tahun pertama pengabdian, mulai dar imengajar, menjadi panitia Harakat Akhir Ramadhan, menjadi panitia Syawwal, menjadi panitia Kursus Mahir Dasar, menjadi panitia Praktik Pengabdian Masyarakat, menjadi pembimbing kamar santri, menjadi pembimbing dalam kepanitiaan serta organisasi santri, menjadi pembimbing dalam rombongan santri yang ikut dalam perlombaan di luar pondok, dan masih banyak lagi.

Pemikiran “membuang umur” dapat menjadikan santri enggan untuk mengabdikan dirinya di almameter, padahal dengan mengabdi justru alumni mendapatkan pengalaman dan bekal jika ia sudah terjun di masyarakat kelak. Universitas yang sebenarnya dan yang paling utama adalah “universitas kehidupan” yang mana jika kita tidak bisa menyelesaikan berbagai ujian maka akan membuatnya gagal dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Dan sekarang ini, keputusan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Ust. Drs. KH. Mahrus Amin, agar mewajibkan seluruh alumni (terhitung tahun 2012) untuk mengabdi dalam artian mengamalkan ilmunya di masyarakat, boleh di TPA / TKA / TKQ / Majelis Ta’lim / Sekolah selama 1 tahun jika alumni tersebut ingin mengambil ijazah pesantrennya. Semoga dengan keputusan ini dapat meningkatkan kualitas mental para alumni, karena kalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa dan negara ini 10 atau 20 tahun yang akan datang.

“Al-Barokah fiil Khidmati”

Keberkahan itu ada di dalam Pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: