Saya Kapok Tak Beli Karcis

Kereta Api

Kereta Api melintas Staisun Kebayoran

Sebagai salah satu moda transportasi darat yang ada di ibukota, kereta api merupakan alat transportasi yang saya sering gunakan untuk bepergian, menjadi salah satu kesenangan tersendiri bagi saya untuk menaiki kereta api tersebut. Namun, masih banyak yang harus dibenahi oleh kita semua, mulai dari PT. KAI sebagai pengelola, maupun para pengguna kereta api. Pembenahan stasiun harus dilaksanakan, sehingga bisa membuat nyaman para pengguna kereta api, selain itu, para pengguna juga harus mematuhi peraturan yang ada, seperti tidak naik di atas gerbong, tidak naik di sambungan gerbong, tidak naik di kabin masinis dan lain sebagainya.

Salah satu alasan saya masih akan terus menggunakan kereta api adalah biaya yang relatif murah serta waktu tempuh yang tidak terlalu lama. KRL (Kereta Rel Listrik) yang beroperasi di Jabodetabek dapat menghubungkan Ibukota dengan keempat kota penyangganya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) mengangkut 400 ribu penumpang di setiap harinya sehingga sangat bermanfaat bagi penduduk luar Jakarta yang harus bekerja atau bersekolah di Jakarta setiap harinya

2 tahun yang lalu, Saya pergi dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Kebayoran, dan tentunya tidak ada kereta langsung yang menghubungkan 2 stasiun tersebut, saya harus membeli karcis untuk mengambil jurusan Stasiun Bekasi – Stasiun Jakarta Kota lewat Stasiun Tanah Abang. Tiketnya hanya dua ribu rupiah, setelah saya membeli karcis, tak menunggu lama KRL Ekonomi yang saya tunggu pun langsung datang, dan sayapun langsung menaiki kereta tersebut. melewati beberapa stasiun, antara lain Stasiun Kranji, Stasiun Buaran, Stasiun Cakung, Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru, Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman.

Setelah saya turun di Stasiun Tanah Abang, tanpa habis pikir, saya tidak membeli karcis untuk melanjutkan perjalanan saya ke Stasiun Kebayoran, selain itu, saya juga melihat kereta yang akan saya naiki sudah berhenti di peron seberang, saya pun langsung menaiki kereta itu. Turun di peron Stasiun Kebayoran, saya langsung dicegat oleh petugas stasiun dan menanyakan ke saya dimana karcis saya, sontak saya pun kaget dan ingat kalau saya tidak membeli karcis, saya pun hanya beralasan bahwa karcis saya jatuh. Namun sang petugas tidak mempercayai saya dan menggiring saya ke kantor petugas Stasiun Kebayoran.

Sesampainya di kantor, petugas yang mengantarkan saya meninggalkan saya dan kembali ke peron sebelumnya ia bilang ke petugas lainnya bahwa saya menaiki kereta api tanpa membeli karcis. Saya dipersilahkan duduk dan diinterogasi, berikut ini percakapan antara saya (S) dengan petugas (P) yang menginterogasi:

P: “Dimana karcismu dik?”

S: “Karcis saya jatuh”

P: “Kalau jatuh, saya kasih waktu untuk mencarinya, dan silahkan dicari terlebih dahulu! Coba lihat di kantong atau di tas, Apa mungkin ada?”

S: (Saya hanya terdiam tak menjawab)

P: “Silahkan tulis nama anda di buku ini, nama, alamat rumah, dan nomor telepon”

S: (Saya menulis apa yang disuruh oleh sang petugas)

P: “Mana KTP anda?”

S: “Saya belum punya KTP pak, belum 17 tahun”

P: “Menurut Undang-Undang, denda bagi penumpang yang tidak membeli karcis adalah membayar 5 kali lipat dari harga karcis perjalanan terjauh sesuai dengan rute perjalanan, karcis KRL Ekonomi termahal itu 5000 rupiah, silahkan dikalikan 5″

S: (Saya langsung memberikan denda sejumlah 25.000 rupiah kepada sang petugas yang menginterogasi saya)

P: “Lain kali harus beli karcis ya!”

S: “Iya pak” jawab saya dengan singkat.

Setelah itu saya langsung meninggalkan Stasiun Kebayoran dengan perasaan sangat menyesal, padahal jika saya membeli karcis di Stasiun Tanah Abang, karcis kereta Api KRL Ekonomi dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Kebayoran hanya merogoh kocek 1.500 rupiah.

Kejadian ini mengingatkan saya dan menjadikan teguran untuk saya agar selalu membeli karcis jika ingin bepergian menggunakan kereta api. Saya berharap inilah kejadian yang pertama dan terakhir kali.

Saya sudah cukup kapok tidak membayar karcis. Dan saya himbau kepada semuanya agar membeli karcis daripada terkena denda 5 kali lipat, dan jangan sampai kejadian diatas dialami oleh semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: