Kisah

Suatu malam di sebuah cafe, masuklah seorang wanita cantik berjalan perlahan menuju mini panggung di salah satu sudut cafe. Dan dengan sebuah aksi, ia langsung menghibur para pengunjung cafe tersebut dengan sebuah lelucon.

Begitu selesai ia bercerita, spontan seluruh isi ruangan tertawa terbahak-bahak dgn lelucon wanita cantik ini. Dan setelahnya, ia pun turun dari panggung dan keluar dr cafe.

Beberapa lama kemudian, wanita cantik ini pun masuk kembali dan menceritakan lagi cerita lucu yg sama. Kali ini, spontan setengah isi ruangan tertawa terbahak-bahak, dan wanita ini pun turun panggung dan keluar cafe.

Tak lama lagi, ia pun masuk lagi dan menceritakan lelucon yg sama lagi. Kali ini, spontan tinggal seperempat isi ruangan yg tertawa. Si wanita pun keluar dari ruangan.

Dan sekali lagi, ia masuk ke cafe yg sama, berdiri di panggung yg sama, dan menceritakan cerita lucu yg sama. Namun kali ini, tak ada satu orang pun di ruangan ini yg tertawa. Si wanita pun bersiap turun panggung. Namun sebelum turun panggung, ia pun berucap.

“Jika dengan hal yg sama kita tak lagi bisa dibuat tertawa, seharusnya, kita juga tak pantas lagi untuk dibuat bersedih dengan ingatan akan kejadian menyakitkan yg sama pula (di masa lalu)”.

Copas dari Andre Raditya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: