Cerpen – Ilustrasi

Keadaan ramai di pagi hari memenuhi rumah keluarga Mandala, terutama di sebuah kamar mini yang di tempati oleh seorang gadis 14 tahun bernama Elyanova Mandala. Gadis yang biasa di panggil Nova itu masih tersungkur di depan baju-bajunya yang berserakan dan sebuah koper yang masih belum diisi apa-apa.

“Nova, ayo turun sayang! Kita tidak punya banyak waktu!” suara Dessy Mandala- ibunda Nova- terdengar sampai kamarnya. Nova terkesiap mendengarnya, ia cepat-cepat memasukkan baju-bajunya serta barang-barang yang lain ke dalam kopernya.

Ia melihat ke arah jam digital di tangannya. Jam 07.55! sekitar lima menit lagi keluarga itu akan meninggalkan rumah. Setelah memeriksa barang-barang bawaannya sekali lagi, ia segera menuju lantai satu untuk menghampiri keluarganya yang telah menunggunya.

“Iyaaa.. Mama, Papa, tunggu aku sebentar!”

×                                  ×

Nova tersenyum-senyum sendiri di dalam mobil, ia sudah membayangkan liburannya kali ini pasti sangat menyenangkan. Ia dan keluarganya akan menghabiskan waktu liburan selama dua minggu untuk berkeliling pulau Jawa. Liburan ini sebagai hadiah dari Ardian Mandala-ayah Nova- karena Nova telah mendapatkan peringkat satu di kelasnya.

Aldo Mandala menyiku lengan adiknya yang ada di sampingnya. Nova terkejut dan segera menoleh kearah kakaknya. “ Ada apa kau seyum-senyum sendiri dari tadi?”gurau Aldo pada adiknya.

Nova mengacuhkan pertanyaan Aldo. Ia kembali menghadap jendela dan meneruskan khayalannya.

×                                  ×

Rute liburan mereka kali ini di mulai dari daerah Jawa Barat. Mereka mengunjungi Taman Bunga dan Taman Safari yang ada disana. Setelah itu, mereka akan menginap disebuah hotel yang menghadap kearah pemandangan. Mereka akan menghabisakan waktu selama tiga hari disana.

Nova memetik sebuah bunga dan menyelipkan ke telinganya dan mengedarkan pandangannya ke arah pemandangan. Angin puncak bertiup mengenai rambut hitam pekatnya. Tiba-tiba suara dering ponselnya menyadarkan lamunannya.

“Halo Nova..” sapa seseorang dari seberang sana.

“Ya Laras! Apa kabar disana?” serunya kepada lawan bicaranya. Ia mengembangkan senyumnya dan berfikir bahwa temannya ini sudah iri setengah mati terhadapnya.

“Oh dear,gaya bicaramu itu seolah-olah kau sudah meninggalkan Jakarta satu tahun lebih. Padahal kau baru meninggalkannya dua hari.” Jawab Laras sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di seberang sana. Sementara itu, Nova yang mendengarkan ocehan temannya hanya bisa tertawa kecil.

“Oke, teman! Jadi sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Nova setelah meredakan tawanya.

“Jadi, akan pergi kemana saja kau selama dua minggu terakhir ini?” tanya Laras pura-pura marah.

Sambil tersenyum, Nova menjawab “ sekarang aku masih di Puncak, kemarin kami baru mengunjungi Taman Bunga dan Taman Safari. Kemungkinan, lusa nanti kami akan berbelanja sepatu di Bandung. Terus….”

“Oke, STOP!!” Laras memotong perkataan Nova. “Pokoknya kemanapun kau pergi nanti, jangan sampai lupa oleh-oleh untukku!” sambung Laras.

“Baiklah..” jawab Nova diplomatis sambil tersenyum.

×                                   ×

Sudah dua minggu mereka lewati. Perjalanan keliling Jawa telah mereka tempuh. Hari ini mereka telah bersiap kembali menuju Jakarta.

Barang-barang telah memenuhi bagasi mobil. Nova menaruh satu tas tangannya lagi yang berisi oleh-oleh untuk teman-temannya ke dalam bagasi. Setelah menutup pnitu bagasi, ia menuju bangku di belakang supir dan duduk disana.

“Bagaimana, sayang? Sudah siap semua?” tanya Ardian Mandala kepada anaknya.

“Oke papa. Kita berangkat!” seru Nova di belakang papanya.

×                                    ×

“NOOOVAAAA!!!!” seru Laras di sampingnya dengan nada tinggi, menyadarkan Nova dari lamunannya. Nova terkesiap dan menghadap Laras dengan mata disipitkan.

“ Huh, akhirnya kau sadar juga! Asal kau tahu, aku sudah memanggilmu lebih dari tiga kali. Dan bisa kau lihat sekarang, isi kelas sudah kosong!” Sambung Laras. Nova mengedarkan pandangannya ke isi kelasnya. Dan benar, kelas itu kosong!

“Kemana anak-anak yang lain?” tanya Nova pada Laras.

Laras medengus kesal. “Sudah pulang. Dan kau juga harus tahu, kau sudah menghabiskan lima jam pelajaran untuk menghayal!!” seru Laras. Nova terkejut bukan main.

‘Apa?lima jam pelajaran?’

“Nova, Nova! Mulai sekarang hentikan ilustrasi kosongmu itu. Hanya membuang-buang waktumu saja. Oh, jangan bilang tadi kau berilustrasi tentang liburanmu keliling pulau Jawa nanti saat kau dapat peringkat pertama?” tukas Laras menghadap Nova sambil mengacungkan jari telunjuknya kearahnya.

Nova mengangguk lemah. “ Iya Ras! Menurutmu, liburan itu bisa terealisasikan tidak?”

Laras berdeham keras. “ Seperti yang ku bilang sebelumnya, buang jauh-jauh ilustrasi-mu yang tidak menguntungkan itu.”

“Maksudmu?”

“Aku yakin kau tidak mendengarnya. Tadi wali kelas kita sudah membacakan peringkat-peringkat kelas. Dan kau tidak berada di posisi pertama.” Tutur Laras tenang.

“Lalu?”

“Aku tidak tahu pastinya kau berada di peringkat berapa, tetapi seingatku kau masuk ke dalam dua puluh besar.” Lanjut Laras. Mendengar penuturan itu tubuh Nova melemas seketika.

Harapannya, rencananya, mimpinya, ilustrasinya hilang semua. Oh dear…

 

oleh Alfiah Rumaishya

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: